Genjot Produksi, Pertamina Percepat Pengeboran 6 Sumur Migas

Image title
6 Januari 2020, 18:19
pertamina, blok migas, sumur migas
Katadata
Ilustrasi kilang minyak. PT Pertamina EP telah mempercepat pengeboran enam sumur dari tahun 2020 ke akhir 2019. Percepatan dilakukan guna mencapai target produksi minyak pada tahun ini.

PT Pertamina EP telah memajukan pengeboran enam sumur dari semula tahun 2020 ke akhir 2019 lalu. Percepatan dilakukan guna mencapai target produksi minyak pada tahun ini. 

Keenamnya adalah Rantau Field sumur KSB A-11, Jambi Field sumur SGC-27, Sanga-sanga Field sumur Louise-1119, Bunyu Field sumur B1830b, Subang Field sumur JST A2, dan sumur JRK-P3.

Cucu Pertamina itu telah menargetkan produksi minyak mencapai 85 ribu barel minyak per hari dan gas sebesar 932 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Naik dari 82.361 barel minyak per hari pada 2019 dan 79.445 barel per hari di 2018.

“Ini sesuai instruksi Presiden bahwa Pertamina harus menyediakan ketahanan industri migas nasional,” kata Direktur Operasi dan Produksi Pertamina EP Chalid Said Salim, Senin (6/1).

(Baca: Pertamina Cari Cara Kembangkan Blok East Natuna )

Chalid mengatakan pengeboran sumur KSB A-11 yang berada di struktur Kualasimpang Barat, Kabupaten Aceh Tamiang dipercepat pengeborannya pada akhir 2019. Sebelumnya sumur ini rencananya baru dibor tahun 2020.

“Dengan kedalaman kurang lebih 1.317 meter, diharapkan sumur KSB A-11 dapat berkontribusi sebesar 200 BOPD,” kata dia.

Pertamina juga telah  mengebor pengeboran sumur minyak SGC-27 di Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kota Jambi dengan hasil 280 BOPD sejak 16 Desember 2019. Selain itu perusahaan pelat merah itu berhasil mereparasi sumur SGC-23 dengan produksi sebesar 208 BOPD sejak 28 Desember 2019.

Mereka juga mengebor sumur Louise-1119 (LSE-1119) di Sangasanga Field, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.  Sumur tersebut dibor oleh Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) hingga kedalaman akhir 1.500 meter.

“Sumur ini mulai dibor pada Senin (30/12) lalu dan ditargetkan selesai dalam waktu 23 hari. Prediksinya bisa menambah produksi minyak 144 BOPD,” ujar Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf.

(Baca: Pertamina Target Mulai Mengebor Sumur di Blok Rokan Kuartal III 2020)

Kegiatan tajak oleh PDSI juga berlangsung di sumur pengeboran B-1830B Bunyu Field di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Selasa (31/12). Target kedalaman pengeboran sedalam 3.300 meter dan waktu penyelesaian selama 60 hari. Sumur ini diprediksi memberikan sumbangsih bagi Pertamina EP sebesar 350 BOPD minyak dan gas sebesar 1,50 MMSCFD.

Pengeboran sumur juga dilaksanakan di sumur JST-A2 Subang Field pada akhir Desember lalu. Sumur ini diharapkan dapat menambah produksi 300 bopd dan gas sebesar 2,4 MMscdf. Terakhir sumur JRK-P3 di Kabupaten Musi Banyuasin juga dipercepat pengeborannya dari 2020 ke akhir 2019.

Pertamina EP juga membidik pendapatan sebesar US$ 3,1 miliar atau Rp 44,64 triliun dengan target laba bersih USD 680 juta. Mereka juga mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar US$ 784 juta atau setara Rp 10,9 triliun dan belanja operasional sebesar US$ 1,24 miliar atau Rp 17,2 triliun.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait