Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar 2019-2024 Secara Aklamasi

Sebanyak 558 pemegang hak suara dalam Munas X Golkar memberi dukungan kepada Airlangga sebagai Ketua Umum partai beringin hingga 2024.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
5 Desember 2019, 05:30
Airlangga hartarto, ketua umum golkar, partai golkar
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Dalam Munas X Partai Golkar, Airlangga Hartarto terpilih lagi sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2019-2024.

Musyawarah Nasional X Partai Golkar menetapkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum partai beringin hingga 2024. Airlangga terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan 100% pemegang hak suara.

Dalam pandangan umum, sebanyak 558 pemegang hak suara menyatakan dukungan kepada Airlangga. Pimpinan sidang yang dipimpin Azis Syamsuddin meminta seluruh peserta Munas segera menetapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu sebagai Ketum.

Selain itu, Munas juga menetapkan Airlangga sebagai Ketua Formatur untuk menyusun komposisi DPP Golkar hingga lima tahun ke depan.

“Mengangkat dan mengesahkan saudara Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024,” kata Sekretaris Pimpinan Sidang Munas X Golkar Sarmuji di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Rabu malam.

(Baca: Airlangga Berpeluang Besar Jadi Ketum Golkar Secara Aklamasi)

Terpilihnya Airlangga secara aklamasi telah diprediksi sebelumnya. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan mayoritas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I mendukung Airlangga. Menurut Ace, dukungan DPD tingkat I biasanya akan diikuti DPD tingkat II.

“Jika pandangan di daerah dan organisasi pendiri Golkar menyatakan dukungan kepada Airlangga, itu yang akan menjadi dasar pada sidang paripurna setelahnya,” kata Ace hari Rabu (4/12).

Jalan Airlangga memimpin partai beringin semakin mulus setelah pesaingnya, Bambang Soesatyo mundur dari pencalonan. Bamsoet menyatakan pengunduran dirinya setelah bertemu Airlangga, Politikus Senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan, dan Aburizal Bakrie di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi hari Selasa (3/12).

Namun Bamsoet menampik pengunduran dirinya merupakan intervensi Presiden Joko Widodo. Dia hanya berharap, Golkar akan semakin solid setelah pengunduran dirinya dan tak lagi terbagi ke dua kubu. "Adanya pro Golkar dan pro Indonesia maju," kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu.

(Baca: Jadi Ketum Golkar, Airlangga Akan Beri Posisi untuk JK dan Luhut)

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait