Nadiem Sempat Ketakutan Saat Tulis Pidato Hari Guru yang Viral

Mendikbud Nadiem makarim khawatir lantaran memasukkan opini personalnya dalam pidato tersebut.
Image title
30 November 2019, 20:02
Nadiem makarim, pidato hari guru, mendikbud
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kanan) mengaku takut saat menulis pidato Hari Guru beberapa hari lalu lkarena memasukkan opini pribadi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem  Anwar Makarim mengungkapkan ketakutannya saat menulis pidato untuk Hari Guru Nasional tanggal 25 November lalu. Ia khawatir lantaran memasukkan opini personalnya dalam tulisan tersebut.

Pidato Nadiem itu sempat viral dan mendapat apresiasi banyak pihak. Isinya soal sulitnya kondisi mengajar di Indonesia dan ajakan pendiri Gojek itu agar guru memulai perubahan kecil dalam mengajar.

"Itu opini personal, tapi saya (bicara) sebagai Mendikbud tanpa kepastian apakah bisa membenarkan (pernyataannya)," ujar dia di Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (30/11).

(Baca: Lima Ajakan Nadiem kepada Guru untuk Ubah Cara Mengajar di Kelas)

Advertisement

Nadiem pun mengatakan pembenahan pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, dunia pengajaran perlu inovasi dan integrasi guna mewujudkan sistem yang berkelanjutan.

Namun dia belum bisa memberikan janji apapun kepada masyarakat. Ia hanya mengatakan, Kemendikbud tengah merancang suatu program besar yang melibatkan mahasiswa. Harapannya, kebijakan tersebut dapat mengajak pemuda untuk bersekolah dalam jangka waktu yang panjang.

“Kami rancang out of the box. Box-nya kami buang,” ujar dia.

(Baca: Cegah Siswa Stres, Nadiem Kaji Hapus Ujian Nasional Tahun 2021)

Nadiem dalam pidato Hari Guru mendorong para guru untuk melakukan lima perubahan kecil. Pertama, mengajak murid berdiskusi. Kedua, memberi kesempatan siswa untuk mengajar di kelas.

Ketiga, mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Keempat, menemukan bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Kelima, menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Ia memahami, perubahan merupakan hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Namun, perubahan berawal dan berakhir dari guru. “Jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia pasti bergerak,” kata Nadiem dalam naskah pidato yang beredar tanggal 24 November lalu.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait