Lembaga Serupa KSP Tetap Ada di Periode Kedua Jokowi

Jokowi sebelumnya disebut berencana melebur KSP dengan Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
16 Oktober 2019, 18:40
Moeldoko, KSP, KSP bubar.
Antara
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Rabu (16/10) menyatakan lembaga serupa Kantor Staf Presiden (KSP) kembali ada di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan lembaga serupa Kantor Staf Presiden (KSP) kembali ada di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Moeldoko, lembaga itu akan memiliki tugas dan fungsi seperti KSP. 

Moeldoko mengatakan KSP akan dibubarkan terlebih dulu tanggal 19 Oktober mendatang. Nantinya lembaga baru akan lahir dengan Keputusan Presiden (Keppres).  "Intinya lembaga ini tetap ada nanti,” kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Rabu (16/10).

(Baca: Periode ke-2 Pemerintahan Jokowi, KSP Berpotensi Dilebur)

Dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015, KSP memiliki sejumlah tugas seperti mempercepat program strategis nasional, mengelola isu strategis, dan menyediakan data untuk pengambilan keputusan Presiden.

Mantan Panglima TNI itu mengatakan KSP versi baru punya tugas merancang konsep, desain, dan operasionalisasi suatu program atas keinginan Jokowi. Dalam pembentukannya, pemerintah akan mengundang berbagai ahli untuk dimintai masukan.

“Siapa yang mengoperasikan ? nanti bisa menteri yang berkaitan,” kata Moeldoko.

Jokowi sebelumnya disebut berencana melebur KSP dengan Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet.  Dua sumber Katadata.co.id di pemerintah dan satu sumber lainnya yang mengetahui rencana ini menyebut peleburan dilakukan guna merampingkan struktur birokrasi di pemerintahan.

Meski melebur KSP, Jokowi dikabarkan akan membentuk koordinator yang mewadahi para staf khusus dan juru bicara presiden. 

(Baca: Sri Mulyani Enggan Tanggapi Kabar Masuk Kabinet Baru Jokowi)

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut KSP tetap akan ada di periode kedua pemerintahan Jokowi. Ia bahkan mengklaim tugas KSP selama lima tahun mendatang akan bertambah.

Menurut Ngabalin, KSP di periode kedua bakal ikut bertugas memantau kinerja para menteri. KSP juga akan menyokong tugas para menteri agar pekerjaan mereka menjadi lebih cepat.

"Paling tidak agar lebih intensif dengan anggota kabinet," kata Ngabalin ketika dihubungi Katadata.co.id, Selasa (15/10).

Selain itu, Ngabalin menyebut KSP nantinya dapat memberikan pekerjaan kepada para menteri sesuai arahan Presiden. "Jadi kita tunggu periode kedua mudah-mudahan KSP bisa kuat," kata Ngabalin.

 

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait