Diperintahkan Jokowi, Menristekdikti Cegah Mahasiswa Turun ke Jalan

Nasir mengancam sanksi bagi rektor atau dosen yang mendorong mahasiswa berunjuk rasa.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
26 September 2019, 14:22
Mahasiswa, Jokowi, Demonstrasi.
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi di depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta (24/9). Presiden Joko Widodo meminta Menristekdikti M. Nasir untu meredam aksi mahasiswa turun ke jalan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir siang ini menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas demonstrasi mahasiswa beberapa hari belakangan. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta Nasir meredam aksi mahasiswa dengan tidak turun ke jalan.

Nasir mengatakan penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara yang baik tanpa tindakan anarkis. Presiden juga berharap adanya dialog yang baik dengan mahasiswa.

“Tidak turun ke jalan tapi kembali ke kampus masing-masing,” ujar Nasir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/9).

(Baca: KontraS Desak Usut Polisi Pelaku Kekerasan terhadap Mahasiswa)

Nasir mengkhawatirkan demonstrasi mahasiswa berpotensi  ditunggangi pihak tak bertanggung jawab. Ia juga mengatakan pemerintah terbuka atas kritik dan usulan mahasiswa.

“Saya mempersilakan, tapi dengan cara yang baik karena (mahasiswa) mereka intelektual,” ujar Nasir.

Nasir juga mengancam sanksi bagi rektor atau dosen yang mendorong mahasiswa berunjuk rasa. Selain itu pidana juga menanti mahasiswa jika demonstrasi merusak fasilitas umum.

“Pimpinan perguruan tinggi agar memberitahu mahasiswa atau anak didiknya,” ujarnya.

(Baca: Wiranto Buka Pintu Dialog Dengan Mahasiswa)

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus berdemonstrasi di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sejak Senin (23/9). Para mahasiswa menolak sejumlah hal, di antaranya Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi dan pengesahan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Demonstrasi mahasiswa juga terjadi di beberapa daerah lainnya.

 

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait