Pelajar Rencana Kepung DPR Setelah Terima Pesan Berantai

Seorang siswa mengaku terima pesan berantai yang disebar pihak tertentu lewat media sosial. Isinya ajakan berkumpul di DPR.
Ameidyo Daud Nasution
25 September 2019, 20:26
Pelajar, Rusuh DPR, Demonstrasi.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Sejumlah pelajar mengikuti unjuk rasa menolak UU KPK dan RUU KUHP yang berujung ricuh di Jalan Tentara Pelajar, Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Massa yang didominasi pelajar sekolah menengah menggelar demonstrasi yang berujung ricuh di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kerusuhan bermula ketika siswa yang menggunakan seragam sekolah dan pramuka melempari aparat yang berjaga di sekitar Kompleks Parlemen dengan batu. 

Hingga sore, massa dari arah Semanggi masih menyerang petugas dengan batu. Sedangkan di Palmerah, aparat mulai menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang didominasi pelajar SMA dan SMK.

Petugas juga melakukan pencegahan terhadap pelajar yang siap menuju dewan. Di wilayah Kampung Melayu, petugas mengamankan beberapa siswa berseragam SMA dan pramuka. Salah satunya pelajar kelas 11 SMA Budi Murni berinisial BI yang digelandang ke Mapolsek Jatinegara.

BI mengatakan ia menerima pesan berantai yang disebar pihak tertentu lewat media sosial. Isinya ajakan berkumpul di DPR. “Saya dapat pesan Whatsapp,” katanya di Mapolsek Jatinegara, Rabu (25/9).

(Baca: Polisi Sebut 265 Mahasiswa Dirawat Usai Demonstrasi di Gedung DPR)

BI bersama delapan rekannya berencana menuju Gedung DPR. Sedangkan total pelajar yang diamankan di Kampung Melayu mencapai 40 orang. Mereka berasal dari Depok, Bogor serta Jakarta.

“Ada yang mengkoordinir sampai mereka bisa berkumpul,” ujar Kepala Satpol PP Bidara Cina, Ady Jolisto.

Sedangkan massa pelajar yang berada di Slipi mengamuk dengan membakar pos polisi di persimpangan Pejompongan. Aparat saat ini juga menghadang pelajar yang melewati Jl. S. Parman, Slipi dan menemukan sejumlah senjata tajam berupa celurit yang dibawa mereka.

“Pelajar ini diduga akan melakukan aksi demo,” kata Kasat Bina Masyarakat Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ganet Sukoco.

(Baca: Istana Bakal Beri Sanksi Bagi Polisi yang Represif Tangani Demonstran)

Bukan hanya pembakaran, aksi massa mengakibatkan Jalan Tol Dalam Kota ruas Cawang-Tomang di depan Gedung DPR ditutup.  Namun dari pantauan Katadata.co.id. KRL Commuter Line ruas Tanah Abang-Serpong masih beroperasi.

 

Reporter: Dorothea Putri Verdiani (magang)

(REVISI: Artikel ini diubah pada Kamis, 26 September 2019 pukul 12.15 WIB dengan menambahkan penyebab kejadian)

 

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait