Klarifikasi Demonstrasi Berujung Rusuh, Ketua DPR Akan Temui Mahasiswa

Dialog Ketua DPR dan perwakilan BEM berbagai universitas akan dilakukan untuk menjernihkan masalah.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
25 September 2019, 14:56
DPR, Mahasiswa, Demonstrasi.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ketua DPR Bambang Soesatyo mengundang BEM berbagai universitas hari Rabu (25/9) untuk bahas demonstrasi Selsa (24/9) berakhir ricuh.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo akan menerima perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi pada hari Rabu (25/9) siang. Pertemuan dilakukan untuk mengklarifikasi kerusuhan usai demonstrasi di depan DPR, Selasa (24/9) kemarin.

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan mahasiswa merasa aneh bahwa unjuk rasa berlanjut aksi perusakan pada malam harinya. Makanya, dialog akan dilakukan dengan Bambang untuk menjernihkan masalah.

“Jadwalnya hari ini pukul 14.00 WIB,” kata Indra di Jakarta, Rabu (25/9).

(Baca: Polisi Sebut 265 Mahasiswa Dirawat Usai Demonstrasi di Gedung DPR)

Indra menjelaskan DPR akan menginformasikan mahasiswa untuk melihat masalah segala jernih. Apalagi menurutnya, Bambang sudah mengupayakan dialog dengan mahasiswa sejak hari Selasa (23/9) lalu. Namun keinginan tersebut ditolak pengunjuk rasa.

“Sampai kami siapkan ruangan untuk 600 orang,” ujar Indra.

Mahasiswa menggelar aksi guna menuntut pembatalan revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Massa juga menolak disahkannya revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Pemasyarakatan, Minerba, dan RUU Pertanahan yang masih dalam pembahasan.

Indra mengatakan dewan sudah pernah menyampaikan mahasiswa akan diajak dalam pembahasan naskah akademik RUU yang sedang digodok. Dia juga menjelaskan bahwa  komunikasi dengan mahasiswa dijaga.

(Baca: Tunda Pengesahan RKUHP, Ketua DPR: Aspirasi Mahasiswa Sudah Terpenuhi)

Bambang hari Selasa (24/9) mengatakan segala tuntutan yang diutarakan massa mahasiswa sudah dikabulkan. Ia mengatakan, hal itu ditandai dengan ditundanya pengesahan RKUHP. “Sebetulnya jika mereka membaca dan mendengar berita yang sudah ada kita sudah putuskan tadi. Tuntutan mereka sudah dipenuhi," kata Bambang.

Video Pilihan

Artikel Terkait