Korban Meninggal Rusuh Wamena Bertambah Jadi 27 Orang

TNI memprediksi jumlah korban akan bertambah mengingat lokasi yang dibersihkan masih luas.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
24 September 2019, 18:51
Rusuh Papua, Wamena, Korban Tewas
ANTARA FOTO/ZABUR KARURU
Warga mengumpulkan benda yang masih berharga dari sisa kebakaran rumah warga di Kota Jayapura, Papua, Senin (2/9/2019). TNI menyebut hingga Selasa (24/9) 27 korban tewas akibat kerusuhan di Wamena.

Jumlah korban tewas akibat kerusuhan di Wamena, Papua bertambah menjadi 27 orang. Tambahan ini usai aparat menemukan jenazah dari puing-puing bangunan yang dirusak massa.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan 26 orang meninggal dunia akibat ricuh yang terjadi di ibu kota Kabupaten Jayawijaya tersebut.

“Korban sudah 27 orang,” kata Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/9).

(Baca: Kerusuhan di Wamena, Jokowi Minta Masyarakat Tak Percaya Hoaks)

Dia juga memprediksi jumlah korban akan bertambah mengingat lokasi yang dibersihkan masih luas. Sedangkan jumlah korban luka hingga saat ini mencapai 70 orang. “Ada luka bakar, lemparan batu, dan kena panah,” ujar Candra.

Tito siang tadi menyebut korban meninggal terdiri dari 22 pendatang dan 4 warga asli Papua. Dia sempat mengatakan masih ada 3 orang yang belum teridentifikasi identitasnya.

Ia menjelaskan korban meninggal karena luka bakar dan bacokan di dalam rumah. “Ada yang berprofesi tukang ojek, bekerja di restoran, dan sebagainya,” ujar Tito.

Aparat akan kemudahan layanan pemakaman diberikan bagi korban meninggal dunia. Sedangkan korban luka yang perlu perawatan intensif dibawa dengan pesawat ke rumah sakit di Jayapura.

(Baca: DPRD Minta Jokowi Berunding dengan Tokoh Papua yang Kontra Pemerintah)

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menyayangkan rusuh terjadi di Wamena dan Jayapura. Padahal menurutnya, situasi di Papua berangsur kondusif.

“Aparat berusaha meredam dan menyadarkan masyarakat. Jangan dijadikan bulan-bulanan,” ujar Wiranto.

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait