Moeldoko Minta Mahasiswa Pedemo Tak Hina Presiden

Moeldoko pun meminta agar para mahasiswa berempati kepada Jokowi yang sedang menghadapi berbagai persoalan sulit.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
24 September 2019, 16:48
Jokowi, Hina Presiden, Mahasiswa.
Antara
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko hari Selasa (24/9) meminta mahasiswa pedemo tidak menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar tak menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Moeldoko, demonstrasi harus dilakukan dengan bijak dan beretika.

Pernyataan Moeldoko ini dilontarkan untuk menanggapi beberapa coretan di tembok DPR yang bernada menghina Presiden. Tulisan ini tersebar mulai dari tembok gedung dewan hingga jembatan penyeberangan di Jl. Gatot Subroto. “Tulisan-tulisan itu harus mencerminkan bangsa yang beradab,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/9).

(Baca: Jokowi Putuskan Tak Terbitkan Perppu KPK, Anggap Tak Ada Urgensinya)

Moeldoko pun meminta agar para mahasiswa berempati kepada kepala negara yang sedang menghadapi berbagai persoalan sulit. Berbagai permasalahan tersebut, seperti kasus kerusuhan di Papua, kebakaran hutan dan lahan di Sumatera, serta Kalimantan. Ada pula penundaan berbagai revisi aturan yang dianggap bermasalah.

“Janganlah Presiden yang menghadapi situasi yang tidak mudah ditambah lagi dengan hal-hal seperti itu,” kata mantan panglima TNI itu.

Untuk diketahui, ribuan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR pada Selasa (24/9). Mereka kembali meneriakkan tuntutan agar berbagai revisi aturan yang bermasalah dibatalkan.

Massa pada unjuk rasa hari ini tak hanya berasal dari Jakarta. Mereka juga datang dari daerah lainnya, seperti Bandung, Bogor, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Lampung.

(Baca: Moeldoko Luruskan Pernyataan, Sebut Revisi UU KPK Beri Kepastian Hukum)

Selain itu, aksi mahasiswa tak hanya digelar di Jakarta. Seperti kemarin, aksi digelar di sejumlah kota secara serentak, seperti di Bandung, Yogyakarta, Riau, Makassar, hingga Papua.

Beberapa aturan tersebut, yakni revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU KPK, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan. Kemudian, RUU Minerba, RUU Pemasyarakatan, dan RUU Sumber Daya Air (SDA).

 "Mahasiswa yang akan mengikuti demonstrasi datang dari Bandung, Bogor, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Lampung," kata Presiden Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhamad Nurdiansyah, saat menggelar konferensi pers di Monumen 12 Mei Trisakti, Jakarta, Senin (23/9). 

 

 

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait