Rusuh Terjadi di Wamena, Bandara Setop Operasi

Bandara Wamena juga menghentikan operasional lantaran kerusuhan.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
23 September 2019, 12:31
Wamena, Kerusuhan, Papua.
ANTARA FOTO/ZABUR KARURU
Bangunan rusak akibat unjuk rasa warga Papua pada Kamis (29/8/2019). Kerusuhan juga terjadi di Wamena pada Senin (23/9).

Ibu kota Kabupaten Jayawijaya yakni Wamena memanas hari Senin (23/9) pagi. Pasalnya aksi massa di wilayah tersebut berlangsung anarkis hingga sejumlah bangunan dibakar. Bahkan otoritas telah menutup Bandara Wamena sejak pukul 10.30 WIT.

Kapolres Jayawijaya AKBP Toni Ananda mengatakan situasi keamanan kota di wilayah pegunungan Papua itu belum terkendali hingga saat ini. ”Masih chaos,” kata Toni, Senin (23/9).

(Baca: Pengamat Ingatkan Pemerintah agar Cepat Atasi Masalah di Papua)

Bulan lalu, beberapa wilayah Papua dan Papua Barat dilanda kerusuhan. Rusuh mulai terjadi di Manokwari, Papua Barat tanggal 19 Agustus dan merembet ke Jayapura sepuluh hari kemudian. Aksi awalnya terjadi lantaran aksi rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Namun belakangan pemerintah menuding Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda berada di balik rusuh. “Saya kira benar bahwa Benny Wenda bagian dari konspirasi masalah ini. Tapi kami harus lawan dengan kebenaran,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto awal bulan ini.

(Baca: Wiranto Minta Benny Wenda CS Hentikan Provokasi Papua)

Buntut aksi tersebut, pemerintah menempatkan ribuan personel TNI dan Polri. Selain itu,  akses internet di Papua dan Papua Barat selama beberapa pekan.

 “Kalau tidak ada kerusuhan, tak ada pembatasan internet,” kata Rudiantara di Jakarta,

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait