Sri Mulyani: Pak Habibie, Selamat Kumpul Lagi Dengan Ibu Ainun

Sri Mulyani menilai Habibie adalah bapak bangsa yang dicintai dan dibanggakan oleh generasi penerus.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
12 September 2019, 12:54
Sri Mulyani, Habibie, Meninggal.
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Presiden ke-3 RI BJ Habibie di makam istrinya, Hasri Ainun Habibie. Sri Mulyani mendoakan Habibie yang meninggal dunia, Rabu (12/9) agar berkumpul dengan Ainun kembali.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Presiden ketiga RI yakni BJ Habibie. Dalam akun instagramnya, Sri Mulyani mengatakan dirinya kehilangan mentor dalam diri Habibie.

Habibie tutup usia pada usia 83 tahun, kemarin (12/9) seiring gagal jantung dan penurunan fungsi organ. Sri Mulyani juga menilai Habibie adalah bapak bangsa yang dicintai dan dibanggakan oleh generasi penerus. Dia juga mendoakan mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) ini bertemu kembali dengan istrinya yakni Hasri Ainun Besari.

“Selamat jalan pak Habibie, selamat berkumpul kembali dengan istri tercinta ibu Ainun Habibie di tempat terindah Allah SWT,” tulisr Sri Mulyani dalam akun instagramnya, Kamis (12/9).

(Baca: BJ Habibie Meninggal Dunia dalam Usia 83 Tahun)

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengenang jasa Habibie untuk Indonesia terutama pada masa awal reformasi. Menurutnya Habibie berperan pada masa transisi menuju sistem demokrasi dan meletakkan dasar otonomi daerah.

"Ia yang mengubah politik Indonesia secara fundamental menjadi negara yang terbuka, demokratis, dan terdesentralisasi dengan mekanisme check and balance," ujar Sri Mulyani.

(Baca: Jokowi Ajak Masyarakat Doakan Mendiang BJ Habibie)

Sri Mulyani juga menjelaskan jasa Habibie dalam pengembangan industri strategis seperti pesawat terbang, kereta api, kapal laut dan peralatan milite. Hal yang telah dilakukan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk mengembangkan industri strategis ke depan. 

Selain itu Habibie punya perhatian untuk mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Ini diwujudkan dengan pengiriman anak-anak bangsa untuk menimba ilmu di bidang sains and teknologi di luar negeri. 

"Semua karena prestasi dan dedikasinya memberikan inspirasi bagi banyak generasi selanjutnya," ucap dia.

 

 

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait