Ibas: Demokrat Siap Bantu Pemerintah

Namun Demokrat mensyaratkan kebijakan pemerintah baik di pusat maupun daerah harus berpihak kepada masyarakat.
Image title
Oleh Fahmi Ramadhan
10 September 2019, 15:02
Demokrat, SBY, Ibas.
ANTARA FOTO/Moch Asim
Ilustrasi. Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) menyampaikan pidato politik. Demokrat menyatakan mendukung pemerintah.

Ketua Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yakni Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyatakan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut siap mendukung pemerintah. Namun Demokrat mensyaratkan kebijakan pemerintah baik di pusat maupun daerah harus berpihak kepada masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Ibas saat pembekalan nasional anggota legislatif Partai Demokrat 2019-2024 di JCC, Jakarta, Selasa (10/9). Dia menjelaskan agenda utama Demokrat saat ini bekerja sesuai kepentingan rakyat sesuai pesan langsung SBY selaku Ketua Umum.

“Pendek kata, Demokrat siap membantu pemerintah jika pro-masyarakat,” kata putra bungsu SBY ini.

(Baca: Bacakan Pidato Kontemplasi, SBY Kenang 43 Tahun Bersama Ani Yudhoyono)

Langkah tersebut dituangkan dalam empat agenda yang pernah dilakukan sang ayah saat memimpin RI selama dua periode. Keempatnya yakni mendorong pembangunan ekonomi yang berkeadilan, menyediakan peluang kerja kepada rakyat, ketiga kebijakan yang fokus pada kemiskinan, dan mendorong kelestarian lingkungan.

"Ini yang diperlukan rakyat dan bangsa Indonesia sekarang dan yang akan datang," kata Ibas.

(Baca: Silaturahmi AHY, Langkah Politik Demokrat Mendekat ke Jokowi)

Demokrat berharap kembali menjadi pemenang kontestasi politik dengan kembali pada jati diri bersama rakyat. Seperti diketahui, partai berlambang mercy tersebut hanya berhasil meraup suara 7,77% pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu atau terendah sejak Pemilu 2009.

Namun, Ibas bersyukur meski adanya penurunan suara yang diraih. Di tingkat DPR RI, Demokrat meraih 54 kursi. Sedangkan kursi legislatif Demokrat di seluruh Indonesia itu mencapai 1.842 kursi.

"Kami meyakini dalam perjalanan politik ada masanya naik ada masanya turun,” kata Ibas.

 

Reporter: Fahmi Ramadhan

Video Pilihan

Artikel Terkait