Ibu Kota Pindah, Sarinah Akan Buka Gerai di Bandara Balikpapan

Kepadatan lalu lintas dan jumlah penumpang di Bandara Sepinggan menjadi pasar potensial bagi Sarinah.
Image title
Oleh Rizky Alika
28 Agustus 2019, 08:01
Sarinah, Balikpapan, Pindah Ibu Kota.
Kementerian PUPR
Desain Ibu Kota Baru. PT. Sarinah akan membuka gerai di Bandara Sepinggan, Balikpapan.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor retail, PT Sarinah (Persero), berencana membuka gerai baru di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Sepinggan), Balikpapan. Perusahaan membidik potensi pasar baru di bandara yang menjadi penghubung ke calon ibu kota baru di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan, recana ekspansi ini dilakukan untuk menangkap peluang di ibu kota baru. Dua hari lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Jika hasil studi kelayakan sudah selesai, kami akan buka di Bandara Sepinggan Balikpapan," kata dia kepada katadata.co.id, Selasa (27/8).

(Baca: Jokowi Beberkan Lima Alasan Ibu Kota Pindah ke Kaltim)

Menurutnya, perluasan bisnis ke wilayah Balikpapan memang sudah menjadi rencana Sarinah. Apalagi diperkirakan kepadatan lalu lintas dan jumlah penumpang berpotensi membuat Bandara Sepinggan dijadikan pasar. Berdasarkan data PT Angkasa Pura I, jumlah penumpang yang dilayani Bandara Sepinggan pada 2018 mencapai 7,55 juta orang. Angka ini meningkat 2,35% dibandingkan 2017 sebanyak 7,38 juta orang.  "Itu data sementara perkiraan kami," ujarnya.

Jokowi dalam konferensi pers hari Senin (26/8) mengatakan, pemindahan ibu kota akan direalisasikan secara bertahap dan ditargetkan secara fisik dimulai pada 2024. Dia juga menjelaskan rencana pemindahan ibu kota sudah digagas sejak lama, bahkan sejak era Presiden Soekarno.

"Kajian pemindahan ibu kota baru sudah dilakukan sejak 3 tahun terakhir,” kata Jokowi.

(Baca: Ibu Kota Baru Berlokasi di Sekitar Lahan Tambang dan Potensi Gempa)

Jokowi beralasan, beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, bisnis, perdagangan, keuangan, dan jasa. Bandara Soekarno Hatta juga memiliki beban yang sudah terlalu berat, demikian pula dengan Pulau Jawa. "Beban ini semakin berat kalau ibu kota pindah ke Pulau Jawa," kata dia.

 

 

 

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait