Polisi akan Gelar Operasi Ketupat Covid-19 untuk Halau Pemudik

Sedangkan kendaraan pengangkut logistik tetap boleh lalu lalang.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
22 April 2020, 18:45
polisi, virus corona, mudik
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww.
Polisi mengarahkan kendaraan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Polisi akan gelar Operasi Ketupat Covid-19 untuk menghalau pemudik keluar dari episentrum virus corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap akan menggelar Operasi Ketupat Lebaran tahun ini. Bedanya, aparat akan menghalau pemudik yang akan keluar dari episentrum virus corona Covid-19.

Korps Lalu Lintas Polri akan menyekat jalan bagi semua kendaraan umum dan pribadi di beberapa titik yang ditentukan Kementerian Perhubungan. Aparat akan menggandeng PT Jasa Marga dan instansi lain agar operasi berjalan lancar.

Operasi ini akan dilakukan mulai Jumat, (24/4) hingga H+7 Lebaran. Total, ada 171 ribu aparat gabungan Polri dan TNI yang akan terlibat penertiban lalu lintas itu.

“Kali ini ada perubahan nama menjadikan Operasi Ketupat Covid-19," kata Kasubdit Jemenopsrek Ditkamsel Korlantas Polri Komisaris Besar Indra Jafar dalam diskusi virtual bersama Yasasan Lembaga Konsumen Indonesia di Jakarta, Rabu (22/4).

(Baca: Dampak Larangan Mudik, 1,5 Juta Supir & Awak Bus Terancam Dirumahkan)

Meski belum ada sanksi spesifik, namun Korlantas memastikan akan mengembalikan pemudik ke tempat tinggal masing-masing. Sedangkan kendaraan pengangkut logistik tetap boleh berlalu lalang.

"Penegakan hukum masih menunggu apa yang paling tepat. Sementara kami lakukan persuasif dengan keterlibatan personel kepolisian daerah," kata dia.

Sedangkan juru bicara nasional penanganan virus corona Achmad Yurianto mengimbau masyarakat tidak mudik tahun ini. Dia mengatakan setiap pemudik berpotensi terkena virus corona dan menulari sanak saudaranya di kampung halaman.

“Kalau memaksa, makna mudik tidak akan didapatkan kecuali hanya menjalankan karantina 14 hari,” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (22/4).

Larangan mudik telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 lebih luas lagi ke berbagai daerah. Menurut Jokowi, larangan ini diputuskan dengan pertimbangan masih banyak masyarakat yang ingin pulang kampung.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, masih ada 24% warga yang bersikeras mudik. Sebanyak 7% telah melakukan mudik. Sedangkan, 68% sisanya memastikan tidak akan melakukan mudik pada Ramadan dan Lebaran 2020.

"Artinya masih ada angka sangat besar 24% lagi (masyarakat yang akan mudik)," kata Jokowi, Selasa (21/4).

(Baca: Jokowi Resmi Larang Masyarakat Mudik Lebaran Tahun Ini)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto, Antara

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait