Data Kemenkes: Mayoritas Pasien Corona RI Berada di Usia Produktif

Sebanyak 38,9% pasien berada pada rentang usia 30 sampai 49 tahun. Sedangkan 37,8% berumur 50 sampai 59 tahun.
Dimas Jarot Bayu
22 April 2020, 19:57
virus corona, covid-19, pasien corona
ANTARA FOTO/Fauzan/hp.
Petugas RSUD Kota Tangerang, Banten, Senin (20/4/2020). Data Kementerian Kesehatan (22/4) menyebut mayoritas pasien virus corona Covid-19 berada pada usia produktif.

Pemerintah menyampaikan temuan bahwa mayoritas pasien virus corona Covid-19 berada dalam kelompok usia produktif. Ada 38,9% pasien berada pada rentang usia 30 sampai 49 tahun, sedangkan 37,8% berumur 50 sampai 59 tahun.

Data ini dikumpulkan Kementerian Kesehatan dengan sampel 5.703 pasien corona. "Mayoritas adalah usia kerja yang kena (corona)," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melalui video conference, Rabu (22/4).

(Baca: Syarat dan Plafon Klaim Pasien Covid-19 yang Ditanggung Pemerintah)

Sedangkan 6,05% penderita corona berada di atas usia 70 tahun dan 15,9% pasien berada pada umur 10-29 tahun. Terakhir, 1,17% penderita corona merupakan anak-anak 0-9 tahun.

"Ini usia (kerja) yang terkena mungkin terus pulang ke rumah, sehingga orang tua dan anaknya juga kena," kata Agus.

Berdasarkan jenis kelamin, 41,9% pasien corona berjenis kelamin perempuan dan 58,04% adalah laki-laki. “Mayoritas yang terkena positif corona adalah laki-laki," kata Agus.

Jumlah kasus positif corona di Indonesia hingga Rabu (22/4) terus bertambah 283 menjadi 7.418 orang. Pasien yang sembuh bertambah jumlahnya menjadi 913 orang. Adapun angka kematian hanya meningkat 19 menjadi 635 orang.

“Hasil positif total 7.418 orang, hasil pemeriksaan negatif 39.943,” kata juru bicara nasional penanganan virus corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (22/4).

(Baca: Survei Kedai Kopi: 35% Warga Jabodetabek Masih Bekerja di Luar Rumah)

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait