Rekor Lonjakan 436 Kasus, Positif Corona RI Capai 8.211 Orang

Ada tambahan 436 kasus baru sehingga total 8.211 orang di RI terinfeksi corona.
Ameidyo Daud Nasution
24 April 2020, 16:18
virus corona, Covid-19, pasien corona
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Petugas medis melakukan Rapid Test secara drive thru di Rumah Sakit Primaya Hospital Tangerang, Banten, Selasa (21/4/2020). Kasus positif virus corona RI hingga Jumat (24/4) mencapai 8211 orang.

Pemerintah kembali merilis data terbaru kinerja penanganan virus corona Covid-19 di Indonesia hingga Jumat (24/4). Ada tambahan 436 kasus baru sehingga total 8.211 orang di RI terinfeksi corona.

Tambahan ini merupakan rekor harian terbesar sejak kasus pertama corona RI diumumkan pada 2 Maret lalu. Penambahan besar sebelumnya terjadi pada 17 April lalu yakni 407 orang kasus baru.

(Baca: Kepercayaan Publik terhadap Kemampuan Pemerintah Tangani Corona Turun)

Sedangkan total jumlah pasien corona yang sembuh hingga hari ini mencapai 1.002 orang. Adapun 686 orang dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit ini.

Advertisement

“Ini setelah 64.054 uji spesimen dengan real time polymerase chain reaction (PCR) dari 50.563 pasien. Terkonfirmasi positif 8.211 orang,” kata juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (24/4).

Yurianto mengatakan selain kasus positif, ada 197.951 masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan 18.301 adalah pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19. Namun dia menjelaskan sebagian besar dari ODP sudah selesai dipantau.

“(PDP) ini daftar yang sedang menunggu hasil pemeriksaan PCR,” katanya.

Dia kembali mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi tubuhnya agar tidak rentan terkena Covid-19. Caranya dengan beristirahat cukup, disiplin menjaga jarak, mencuci tangan, dan menjaga asupan gizi serta kondisi psikologis yang stabil.

“Keberhasilan membendung penularan akan mempengaruhi beban rumah sakit,” kata Yurianto.

(Baca: Ilmuwan Inggris Mulai Uji Coba Kandidat Vaksin Virus Corona ke Manusia)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait