Pemerintah Minta Pendatang dari Episentrum Corona Sadar Diri Isolasi

mereka berpotensi membawa virus dan menularkan penyakit ke kelompok rentan.
Dimas Jarot Bayu
24 April 2020, 18:16
virus corona, covid-19, isolasi
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/pras.
Penumpang tiba di Terminal Mengwi, Badung, Bali, Jumat (24/4/2020). Pemerintah mewanti-wanti warga yang tiba dari episentrum Covid-19 isolasi diri 14 hari.

Pemerintah kembali mengimbau agar orang yang datang dari episentrum virus corona Covid-19 untuk sadar diri untuk mengisolasi secara mandiri. Imbauan tersebut tak hanya berlaku bagi mereka yang sakit setelah tiba dari zona merah corona.

Juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto mengatakan isolasi selama 14 hari juga berlaku bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala apapun. Ini lantaran mereka berpotensi membawa virus dan menularkan penyakit ke kelompok rentan.

"Kami imbau saudara-saudara yang berasal dari daerah episentrum untuk menyadari diri," kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (24/4).

(Baca: Kendaraan Pribadi Dilarang Keluar dari Jabodetabek Mulai Jumat Besok )

Yurianto pun mengimbau masyarakat lainnya untuk bisa tetap di rumah dan menjaga jarak. Selain itu, mereka juga diminta menggunakan masker dan membatasi waktu saat keluar rumah. 

Warga juga diminta untuk rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Tak hanya itu, pemerintah berharap masyarakat mengandalkan jasa pengantaran jika ingin memesan keperluan. "Kami perlu melakukan langkah-langkah yang nyata untuk mencegah tertularnya Covid-19 ini," kata Yurianto.

Pemerintah mengumumkan adanya tambahan kasus positif corona pada hari ini sebanyak 436 orang. Dengan demikian, total orang yang terinfeksi virus tersebut di Indonesia sebanyak 8.211 orang.

Selain itu, ada  tambahan 42 pasien yang telah dinyatakan sembuh dari corona, sehingga totalnya menjadi 1.002 orang. Sementara, ada tambahan 42 kasus kematian baru akibat corona yang dilaporkan pada hari ini.  "Pasien yang meninggal akibat virus corona sebanyak 686 orang," kata Yurianto.

(Baca: Faisal Basri: Penanganan Corona Amatiran, Pemulihan Ekonomi Sia-sia)

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait