Jokowi Awasi Lima Klaster untuk Cegah Gelombang Kedua Corona di RI

Presiden memperingatkan bawahannya agar memantau klaster industri, pemudik, hingga pekerja migran
Dimas Jarot Bayu
4 Mei 2020, 11:32
virus corona, klaster corona, jokowi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/nz
Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Jokowi saat ratas Senin (4/5) memerintahkan bawahannya awasi klaster potensial corona

Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya mengawasi sejumlah klaster yang berpotensi menyebarkan virus corona Covid-19. Menurut Jokowi, ada lima klaster yang patut diawasi secara ketat yaitu klaster pekerja migran, klaster jemaah tabligh, klaster Gowa di Sulawesi Selatan, klaster rembesan pemudik, dan klaster industri.

Presiden menyampaikan peringatan agar klaster tersebut tidak memunculkan gelombang kedua virus corona. "Ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video conference, Senin (4/5).

(Baca: Buruh Terpapar Covid-19, Denso dan 1 Pabrik di Bekasi Tutup Sementara )

Terkait klaster pekerja migran, Jokowi menyatakan bahwa TKI yang sudah pulang ke Tanah Air sudah mencapai 89 ribu orang. Jumlah itu akan bertambah lagi hingga 16 ribu orang ke depannya. 

Terkait klaster industri, dia meminta jajarannya memastikan industri mana saja yang diizinkan beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Setiap industri yang diperbolehkan beroperasi harus melakukan protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah.

Advertisement

Atas dasar itu, Jokowi ingin ada pemantauan langsung terhadap industri-industri tersebut. "Harus dicek lapangan, mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak," kata Jokowi.

(Baca: Ada Klaster Sampoerna, Tambahan Kasus Covid-19 Jawa Timur Lampaui DKI)

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan ada lebih dari 24 ribu perusahaan tak bisa beroperasi karena PSBB. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki total 12,3 juta pekerja. 

Jokowi pada April lalu juga telah mengumumkan larangan mudik untuk mencegah penularan corona dari zona merah. Apalagi dari survei Kementerian Perhubungan, ada 24% warga yang bersikeras kembali ke kampungnya meski ada ancaman Covid-19.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait