Pemerintah Pakai Asrama Haji Pondok Gede untuk Isolasi Pekerja Migran

Pekerja migran yang diisolasi juga akan menjalani tes PCR
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
11 Mei 2020, 15:48
asrama haji, virus corona, pekerja migran
ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/foc.
Pendataan Pekerja migran dari Malaysia di Kota Dumai, Riau, Rabu (29/4/2020). Pemerintah menyiapkan Asrama Haji Pondok Gede dan Bekasi untuk isolasi pekerja migran yang pulang guna mencegah penyebaran virus corona Covid-19

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui penggunaan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat sebagai lokasi isolasi para pekerja migran, pelajar, dan jemaah tabligh yang pulang ke Tanah Air. Hal itu merupakan keputusan dalam rapat terbatas pada Senin (11/5).

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan penggunaan fasilitas asrama haji untuk lokasi isolasi sementara agar pengawasan pekerja migran dari virus corona lebih mudah dan terkontrol.

Selama ini, Doni menyebut para pekerja migran diisolasi di sejumlah hotel. Hanya saja, petugas medis dan keamanan sulit mengawasi upaya isolasi para pekerja migran tersebut secara optimal.

“Dengan adanya izin dari Bapak Presiden untuk penggunaan Asrama Haji Pondok Gede dan Bekasi, maka kami harapkan unsur kontrol dan pengawasan akan jauh lebih baik,” kata Doni usai rapat terbatas melalui konferensi video, Senin (11/5).

(Baca: Waspada Corona, Jokowi Awasi 34 Ribu Pekerja Migran yang Kembali ke RI)

Doni mengatakan, para pekerja migran yang diisolasi tersebut akan menjalani tes polymerase chain reaction (PCR). Jika hasilnya negatif virus corona Covid-19, pemerintah akan mengatur kepulangan mereka ke daerah masing-masing.

Namun jika hasilnya positif, mereka akan dibawa ke rumah sakit di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta dan Pulau Galang, Kepulauan Riau. “Sementara yang di Jawa Timur, di Surabaya sedang dalam proses menyiapkan ruang-ruang isolasi,” kata Doni.

Jokowi sebelumnya meminta pengawasan terhadap para pekerja migran Indonesia yang baru pulang dari luar negeri dilakukan dengan baik. Ini untuk mewaspadai penyebaran corona dari para pekerja migran tersebut ketika mereka pulang.

Menurut Jokowi, protokol kesehatan yang ketat harus diberlakukan dengan memobilisasi sumber daya yang ada. "Juga dipastikan kepastian tempat karantina, disiapkan rumah sakit rujukan bagi para pekerja migran tersebut," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video, Senin (11/5).

Jokowi mencatat ada 34 ribu pekerja migran yang akan pulang ke Tanah Air pada Mei-Juni 2020. Para pekerja migran tersebut berasal dari Jawa Timur sebanyak 8.900 orang, Jawa Tengah sebanyak 7.400 orang, dan Jawa Barat sebanyak 5.800 orang.

Ada pula pekerja migran yang berasal Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 4.200 orang, Sumatera Utara sebanyak 2.800 orang, Lampung sebanyak 1.800 orang, dan Bali sebanyak 500 orang. "Ini agar betul-betul diantisipasi, disiapkan, ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk yang telah kita tetapkan dan diikuti pergerakan sampai ke daerah," kata Jokowi.

(Baca: Gugus Tugas Sebut Kasus Covid-19 Bertambah Karena Tes PCR Kian Masif)

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait