Anies Frustrasi Hadapi Kemenkes dalam Tangani Virus Corona

Ameidyo Daud Nasution
11 Mei 2020, 22:07
anies baswedan, virus corona, kementerian kesehatan
ANTARA FOTO/Dewanto Samodro
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) saat memberikan keterangan pers penanganan virus corona di Jakarta, Rabu (18/3). Anies (11/5) mengatakan frustrasi dengan Kemenkes dalam penanganan virus corona.

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan rasa frustrasinya dengan Kementerian Kesehatan dalam menangani virus corona Covid-19. Hal ini disampaikan Anies saat wawancara dengan James Massola dari media Australia Sydney Morning Herald beberapa hari lalu.

Anies menjawab pertanyaan Massola soal perbedaan kebijakan yang diambil Presiden Joko Widodo dan pemerintah pusat dengan DKI Jakarta. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan pihaknya dengan Kemenkes seperti memiliki cara pandang teknokratik berbeda dalam penanganan virus corona. 

“Mungkin lebih ke hubungan kami dengan Kemenkes yang membuat frustrasi,” kata Anies dalam siaran wawancara tersebut dikutip dari laman Youtube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (11/5).

(Baca: Positif Corona di RI 14.265 Kasus, Hampir 1.000 Pasien Meninggal Dunia)

Anies mengatakan pihaknya sampai harus mendorong adanya kebijakan seperti pembatasan interaksi agar Kemenkes merespons. Selain itu dia juga mencontohkan bahwa DKI tak bisa menggelar tes kepada pasien dengan gejala peneumonia pada Januari dan Februari lalu. Sedangkan Kementerian yang dipimpin Terawan Agus Putranto itu selalu menyangkal adanya kasus positif.

Meski akhirnya tak memiliki bukti, namun Anies merasa pemerintah harusnya lebih responsif dan mengingatkan masyarakat untuk waspada. “DKI mengutamakan transparansi. Kemenkes merasa sebaliknya, transparansi sebabkan kepanikan,” kata Anies.

Dia juga merasa pemerintah pusat meminta warga agar tak mempercayai data yang dikeluarkan DKI. Salah satu contohnya adalah angka pemakaman di Ibu Kota yang mencapai 4.300 pada Maret dan 4.590 di bulan April. Sedangkan bulan-bulan sebelumnya hanya 2.700 pemakaman secara rata-rata.

“Tidak melarang tapi mengimbau orang tak percaya data kami dengan mengatakan pemakaman belum tentu karena Covid-19,” kata Anies.

Namun Anies juga memastikan dirinya tak memiliki masalah dengan Jokowi dalam penanganan corona. Dia mengatakan kerap menggelar rapat dengan Presiden tiap pekan. “Komunikasi kami baik,” katanya.  

Anies hanya berharap Jokowi tetap menjaga intervensi di bidang ekonomi. Apalagi menurutnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta anjlok 53% imbaskrisis Covid-19 ini.

“Karena krisis kesehatan berdampak ke ekonomi, terutama lapangan pekerjaan,” katanya.

Kemenkes belum mengomentari pernyataan Anies ini. Baik Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, maupun  Humas Kemenkes Busroni belum menjawab telpon maupun pesan singkat Katadata.co.id.

(Baca: Melihat Beragam Bansos yang Disiapkan Jokowi Selama Pandemi Covid-19)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait