Rekor Lonjakan 689 Kasus, Positif Corona RI Capai 15.438 Orang

Kenaikan tertinggi sebelumnya terjadi pada rilis data 9 Mei dengan 533 kasus baru
Ameidyo Daud Nasution
13 Mei 2020, 16:28
virus corona, covid-19, pasien corona
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
Pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) terhadap warga di Pasar Kembang, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2020). Jumlah kasus positif corona di RI hingga Rabu (13/5) bertambah 689 menjadi 15.438 orang.

Pemerintah kembali mencatatkan rekor tambahan kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia hingga Rabu (13/5). Ada 689 penularan baru yang dilaporkan sehingga total 15.438 orang di RI terinfeksi virus tersebut.

Sebelumnya kenaikan tertinggi terjadi pada 9 Mei dengan jumlah 533 kasus baru. Sedangkan angka kematian akibat infeksi corona bertambah 21 menjadi 1.028 orang. Adapun pasien sembuh juga semakin meningkat hingga 3.287 orang.

“Ini data-data yang kami dapatkan dan yakini bahwa kasus penularan masih terjadi,” kata juru bicara nasional penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (13/5).

(Baca: Kapasitas Tes Ditingkatkan, Positif Corona Diramal Naik Pekan Depan)

Advertisement

Angka kasus positif tersebut didapatkan dari pemeriksaan 169.195 spesimen dengan real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Sedangkan jumlah kasus yang diperiksa mencapai 123.572 orang

“Kami mendapatkan positif 15.438 dan negatif 108.134 sampel,” kata Yurianto.

Selain itu ada 256.299 orang yang masuk dalam kategori pemantauan (ODP) dan 33.043 adalah pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona. “Sebagian besar ODP telah selesai lewati masa pemantauan,” katanya.

Yurianto kembali mengingatkan warga mencegah penularan Covid-19 yang semakin meluas. Caranya dengan memulai pemutusan dari tingkat keluarga seperti rajin mencuci tangan, tak menyentuh wajah, serta menggunakan masker.

“Ubah pola hidup selalu jaga jarak fisik minimal satu meter,” katanya.

(Baca: Bogor & Depok Siapkan Sanksi Selama PSBB Tahap Tiga pada 13-26 Mei )

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait