Positif Corona di RI 18.496 Orang, Lebih dari 1.200 Pasien Meninggal

Total uji spesimen corona yang dilakukan pemerintah sebanyak 202.936 kali
Ameidyo Daud Nasution
19 Mei 2020, 16:35
pasien corona, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.
Pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) terhadap warga di Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Jumlah kasus positif COvid-19 hingga Selasa (19/5) capai 18.496 orang.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah kembali merilis data terbaru penanganan virus corona Covid-19 hingga Selasa (19/5). Ada tambahan 486 kasus baru sehingga total angka positif corona di RI mencapai 18.496 orang.

Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 bertambah 30 menjadi 1.221 orang meninggal. Adapun jumlah pasien sembuh dari penyakit ini meningkat 143 jadi 4.467 orang.

“Total tes yang dilakukan 202.936 spesimen, ini termasuk real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM), “ kata juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (19/5).

(Baca: 116 Negara Termasuk Indonesia Dukung Penyelidikan Asal Usul Covid-19 )

Yurianto menjelaskan jumlah orang yang berada dalam pemantauan (ODP) pemerintah mencapai 45.300 orang. Sedangkan angka pasien dalam pengawasan terkait gejala corona mencapai 11.891 orang.

“Kami harap bisa segera diselesaikan di laboratorium, apa betul konfirmasi Covid-19 atau bukan,” ujarnya.

Yurianto kembali mengatakan semakin bertambahnya kasus menandakan penularan virus corona belum juga berhenti. Dia mengajak masyarakat melaksanakan norma baru untuk memutus rantai penyebaran penyakit pernapasan ini.

“Dengan kesungguhan menjalankan situasi normal baru maka angkanya bisa ditekan agar hilang,” katanya.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker, dan menjaga jarak fisik. Hal ini menurutnya penting apalagi organisasi kesehatan dunia mengatakan Covid-19 tak akan hilang dari muka bumi dalam waktu dekat.

"Belum ada vaksin dan obat, cara terbaik adalah mencegah penularan,” kata Yurianto.

(Baca: Ketimbang Damai, Dokter Minta Pemerintah Perang Panjang Lawan Corona)

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait