WHO Sebut Benua Amerika Jadi Episentrum Baru Corona

Amerika Serikat dan Brazil jadi dua negara dengan kasus corona terbesar di dunia
Ameidyo Daud Nasution
27 Mei 2020, 12:46
Ricardo Moraes Seorang petugas toko obat, memakai kostum dengan masker pelindung, memperlihatkan semprotan alkohol di sebuah pusat komersial saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil, Kamis (16/4/2020).
ANTARA FOTO/REUTERS/Ricardo Moraes/wsj/cf
Pusat komersial saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil, Kamis (16/4/2020). WHO menyebut episentrum Covid-19 telah bergeser ke wilayah Benua Amerika.

Episentrum penyebaran virus corona Covid-19 di dunia kembali bergeser. Setelah Tiongkok dan Eropa, kali ini organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan pusat pandemi telah berpindah ke Benua Amerika.

Ini lantaran kasus corona terus meningkat terutama di wilayah Amerika Latin. Direktur WHO untuk Wilayah Amerika sekaligus Kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) Dr Carissa Etienne juga menyoroti secara khusus Brazil yang terus mengalami lonjakan kasus signifikan dalam sepekan terakhir.

Dilansir dari Reuters, total kasus positif corona di benua ini telah mencapai 2,4 juta orang dengan angka kematian 143 ribu orang. Dari laman Worldometers, hingga Rabu (27/5), kasus Covid-19 terbanyak di Amerika Serikat dengan jumlah 1,7 juta kasus. Di bawahnya ada Brazil dengan 394.507 orang terinfeksi. 

“Sekarang saatnya untuk tetap kuat, waspada, dan secara agresif menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang terbukti,” kata Etienne dikutip dari CNN, Rabu (27/5).

Advertisement

(Baca: Peneliti AS Temukan Kain yang Bisa Melemahkan Virus Corona)

Peru dan Chile juga merupakan negara Amerika Latin yang dilanda pandemi corona secara serius. Jumlah kasus positif Covid-19 di Peru mencapai 129.751 orang atau berada di peringkat 12 dunia. Sedangkan angka infeksi corona Chile sebanyak 77.961 kasus.

“Itu tanda bahwa penularan masih meningkat di negara-negara ini,” kata Etienne.

Pernyataan Etienne ini disampaikan di tengah adanya perlawanan terhadap pembatasan di sejumlah negara. Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengkritik para gubernur yang masih mengkarantina wilayahnya. Sedangkan di Chile muncul unjuk rasa karena minimnya pasokan pangan saat lockdown.

"Sekarang bukan saatnya bagi negara-negara itu untuk mengurangi pembatasan," ujar Etienne.

Sedangkan Amerika Serikat akhir pekan lalu juga telah membekukan rute penerbangan dari Brazil untuk mengurangi potensi penularan Covid-19.

(Baca: Ilmuwan Tiongkok: Virus Corona yang Ditemukan Baru Puncak Gunung Es)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait