Uji Covid-19 RI Pecahkan Rekor Kenaikan 14.313 Spesimen Dalam Sehari

Dari uji spesimen ini, ada lonjakan 686 kasus baru sehinggal total 23.851 orang di RI dinyatakan positif terinfeksi corona.
Ameidyo Daud Nasution
27 Mei 2020, 21:15
uji spesimen corona, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Petugas medis mengambil sampel lendir dari bagian belakang hidung dan tenggorokan seorang warga di Kayuringin Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/5/2020). Jumlah uji spesimen yang dilaporkan hari Rabu (27/5) meningkat 14.313 sampel.

Pemerintah menyebut jumlah tambahan uji spesimen virus corona Covid-19 yang dilaporkan pada Rabu (27/5) mencapai 14.313 sampel.  Angka pemeriksaan yang dilaporkan ini merupakan rekor kenaikan harian terbanyak sejak Maret lalu.

Tercatat, angka ini melampaui 12.211 uji spesimen yang dilaporkan tanggal 19 Mei lalu. Dari tambahan lebih dari 14 ribu sampel ini, ada lonjakan 686 kasus baru sehinggal total 23.851 orang di RI dinyatakan positif terinfeksi corona.

Update hari ini sudah ada 278.411 spesimen yang telah diperiksa,” kata juru bicara nasional penanganan corona Achjmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Rabu (27/5).

(Baca: Video: Data Terbaru Kasus Corona di Indonesia per 27 Mei 2020)

Advertisement

Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sudah ada 87 laboratorium pemeriksaan dengan polymerase chain reaction (PCR) dan 48 dengan tes cepat molekuler (TCM). Namun dia mengatakan masih ada laboratorium yang belum memberikan laporan ke pusat.

“Hari ini ada 21 laboratorium yang masih proses pelaporan ke kami,” kata Yurianto.

Yurianto mengatakan pemeriksaan masif ini dilakukan untuk mengurangi penularan corona di tengah masyarakat. Dengan uji spesimen secara massal, diharapkan pemerintah dapat menelusuri kontak orang yang diduga terinfeksi Covid-19.

“Dan berujung pada isolasi ketat, ini cara kami kurangi penularan,” ujarnya.

Dia mengatakan uji spesimen merupakan kewajiban pemerintah dalam memutus rantai penularan corona. Sedangkan masyarakat diimbau melindungi dirinya agar tidak terkena virus, utamanya dari orang tanpa gejala (OTG).

“Sepanjang masih belum bisa melakukan keseluruhan, harus yakin di sekitar kita banyak OTG,” ujar Yurianto.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah memerintahkan agar target 10 ribu uji spesimen tiap hari segera terlaksana. Ini agar  pemerintah dapat memetakan tingkat penyebaran virus corona di tengah rencana pemberlakuan normal baru atau new normal

"Saya minta target uji spesimen 10.000 per hari yang sudah diberikan beberapa bulan lalu dikejar sehingga ada sebuah kecepatan," kata Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas, Rabu (27/5).

(Baca: Sambut New Normal, Jokowi Tagih Target Uji Spesimen 10 Ribu/Hari)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait