Bertambah 687 Kasus, 24.538 Orang di RI Positif Terinfeksi Corona

Total 6.240 pasien di RI telah sembuh dan 1.496 orang meninggal dunia usai terinfeksi Covid-19
Ameidyo Daud Nasution
28 Mei 2020, 16:32
virus corona, update corona RI, covid-19
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
Petugas melakukan tes swab kepada pedagang di Pasar Baru Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). Jumlah kasus positif corona RI hingga Kamis (28/5) mencapai 24.583 orang.

Jumlah penduduk yang positif terinfeksi virus corona Covid-19 di RI kembali bertambah menjadi 24.538 orang. Kenaikan ini seiring adanya tambahan kasus baru yang dilaporkan pemerintah sebanyak 687 orang pada hari Kamis (28/5).

Selain itu ada tambahan  183 pasien sembuh dari penyakit ini sehingga total 6.240 orang dinyatakan pulih. Namun angka kematian akibat Covid-19 di RI juga bertambah 23 menjadi 1.496 kasus.

“Spesimen diperiksa sebanyak 11.495 sampel. Total akumulasinya 289.905,” kata juru bicara nasional penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (28/5).

(Baca: Mengenal R0 dan Rt yang Jadi Acuan Pemerintah untuk Masuki New Normal)

Advertisement

Pemerintah juga masih mencatat adanya 28.749 orang yang masuk dalam pemantauan (PDP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 12.350 orang. Sedangkan total kasus corona sudah melanda 412 kabupaten dan kotamadya seantero RI.

“Secara keseluruhan, gambaran kasus baru menunjukkan bahwa penularan masih terjadi dan masyarakat harus disiplin patuh anjuran pemerintah,” katanya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan tersebut kembali meminta masyarakat tertib dalam menjalankan tata cara hidup normal baru. Contohnya adalah menjaga jarak, sering mencuci tangan, dan mengenakan masker.

“Kenormalan baru adalah gaya hidup, kebutuhan, dan perilaku yang tidak perlu ditekan oleh institusi pemerintah,” katanya.

Sedangkan pemerintah saat ini sedang menyusun skenario agar kegiatan produktif dapat dimulai kembali. Namun Yurianto mengatakan kondisi ini tetap tergantung penularan virus corona di tiap daerah.

“Produktivitas bukan berarti berhenti meski vaksin belum ditemukan,” ujarnya.

(Baca: Jokowi Minta Daerah Wisata dengan Laju Corona Rendah Diidentifikasi)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait