Bertambah 609 Kasus, Lebih dari 27.500 Orang di RI Terinfeksi Corona

Jumlah pasien Covid-19 di RI yang sembuh meningkat 298 orang menjadi 7.935 orang
Ameidyo Daud Nasution
2 Juni 2020, 16:29
pasien corona, virus corona, update data corona
ANTARA FOTO/Rahmad/wsj.
Simulasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (29/5/2020).Jumlah kasus psoitif Covid-19 di RI pada Selasa (2/6) bertambah menjadi 27.549 kasus.

Jumlah orang yang positif terinfeksi virus corona Covid-19 di RI kembali bertambah pada Selasa (2/6). Pemerintah menyebut ada penambahan 609 kasus baru sehingga total 27.549 orang terkonfirmasi terkena penyakit ini.

Hasil ini didapatkan dari uji 9.049 spesimen baru dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Total sudah ada 342.466 sampel spesimen yang diperiksa oleh pemerintah.

Sedangkan jumlah pasien corona yang sembuh meningkat 298 orang menjadi 7.935 orang. Adapun angka kematian juga naik 22 kasus menjadi 1.663 orang.

“Ini disebabkan masih ada sumber penularan baru,” kata juru bicara nasional penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (2/6).

Advertisement

(Baca: RI Susul Beberapa Negara yang Segera Buka Pariwisata saat New Normal)

Total jumlah kasus yang diumumkan hari ini meningkat dari hari Senin (1/6) sebanyak 467 pasien baru. Namun Yurianto mengatakan hal tersebut tak menandakan adanya kenaikan di semua provinsi.

Dia menjelaskan meski ada kenaikan 213 kasus di Provinsi Jawa Timur, namun wilayah lain seperti DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan. “Sekali lagi, kerja bersama ini memberi hasil cukup bagus yang ditandai adanya penurunan di beberapa daerah,” katanya.

Pemerintah juga masih mengamati adanya 48.023 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.213 pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona. Sementara 417 kabupaten dan kotamadya di 34 provinsi RI telah terdampak penyakit ini.

Makanya Yurianto kembali mengulangi imbauannya agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan di situasi kenormalan baru alias new normal. Apalagi ada penduduk yang dapat dikatakan rentan terhadap penularan corona.

“Kukuhkan niat dan komitmen jalankan protokol kesehatan baru. Disiplin dalam melindungi keluarga,” katanya.

(Baca: New Normal, Orang Batuk Flu Dilarang Masuk ke Mal hingga Restoran)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait