Jokowi Tambah Target Uji Spesimen Corona jadi 20 Ribu Per Hari

Jokowi juga meminta agar pelacakan kasus positif corona dilakukan dengan bantuan teknologi
Dimas Jarot Bayu
4 Juni 2020, 11:32
virus corona, jokowi, uji spesimen corona
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Presiden Joko Widodo (tengah) di salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Jokowi (4/6) perintahkan bawahannya agar uji spesimen Covid-19 meningkat hingga 20 ribu sampel per hari.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan bawahannya agar target uji spesimen virus corona Covid-19 mampu meningkat dua kali lipat jadi 20 ribu sampel per hari. Sasaran baru ini diberikan usai 10 ribu uji spesimen dapat tercapai beberapa waktu belakangan.

Jokowi meminta persiapan mencapai target baru itu harus dirancang sejak saat ini. “Saya harapkan target berikutnya ke depan adalah 20 ribu per hari,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video pada Kamis (4/6).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, uji spesimen corona pada Rabu (3/6) mampu mencapai 11.979. Uji spesimen tersebut dilakukan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) maupun tes cepat molekuler (TCM).

(Baca: Uji Covid-19 RI Pecahkan Rekor Kenaikan 14.313 Spesimen Dalam Sehari)

Advertisement

Jokowi juga mengapresiasi jajarannya bahwa pengujian spesimen virus corona Covid-19 di Indonesia yang telah melampaui target. Namun dia tetap meminta jumlah uji spesimen corona per harinya bisa semakin meningkat.

“Saya menyampaikan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10 ribu ini sudah terlampaui,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meminta pelacakan terhadap orang-orang yang positif corona bisa lebih agresif ke depannya. Menurutnya, pelacakan kontak tak boleh lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional.

Pelacakan, lanjutnya, harus menggunakan bantuan sistem teknologi dan komunikasi. Presiden juga sempat menyinggung langkah yang dilakukan Selandia Baru dan Korea Selatan. 

“Di Selandia Baru mereka gunakan digital diary, kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data, sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik,” kata Jokowi.

Kepala Negara juga meminta agar jajarannya dapat terus memperbaiki manajemen satu data dalam penanganan corona. Dengan demikian, laporan penanganan corona dari laboratorium dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah bisa disampaikan secara real time

"Sehingga dalam pengambilan keputusan bisa tepat, akurat, untuk itu sekali lagi saya minta pintunya betul-betul hanya satu," kata dia.

(Baca: Jokowi Sebut Penyebaran Corona di Tiga Provinsi Masih Tinggi)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait