Larangan Mudik Berakhir, Tol Layang Jakarta-Cikampek Kembali Dibuka

Jalur tol layang ini menuju Jakarta baru akan dibuka Senin (8/6)
Ameidyo Daud Nasution
7 Juni 2020, 09:08
jasa marga, tol jakarta-cikampek, larangan mudik
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ('Japek Elevated'), Karawang, Jawa Barat, Senin (23/12/2019). PT Jasa Marga kembali membuka tol ini pada Minggu (7/6)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali membuka Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) pada Minggu (7/6) pukul 00.00 WIB tadi. Hal ini seiring berakhirnya pengendalian transportasi dalam rangka larangan mudik tahun 2020.

Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono mengatakan operasi jalan tol layang ini dilakukan bertahap. Pihaknya baru membuka kembali jalur menuju Cikampek dini hari tadi.

“Jalur arah Jakarta akan dibuka besok malam, Senin (8/6) pukul 00.00 WIB,” kata Djoko dalam keterangan resmi Jasa Marga, Minggu (7/6).

(Baca: Angka Kecelakaan Tahun ini Diprediksi Turun Terdampak Covid-19)

Advertisement

Djoko menjelaskan pengguna jalan dari arah Rorotan, Cawang, maupun Jatiasih dapat mengakses tol ini menuju Cikampek. Sedangkan pengemudi dari arah sebaliknya baru dapat melalui tol ini besok.

Sebelumnya tol ini ditutup seiring keputusan pemerintah melarang mudik guna menekan penyebaran virus corona Covid-19. Sedangkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek tetap beroperasi namun Jasa Marga menempatkan beberapa titik pengendalian transportasi di Cikarang dan Karawang.

“Jasa Marga mengimbau masyarakat mematuhi anjuran pemerintah agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” demikian bunyi keterangan tertulis operator tol tersebut.

Kementerian Perhubungan beberapa hari lalu menyatakan pengendalian transportasi dilakukan hingga Minggu (7/6). Hal tersebut mengacu kepada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 116 Tahun 2020 dan menyesuaikan dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020.

Sedangkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik mengakibatkan volume kendaraan yang melalui jalan bebas hambatan anjlok hingga 80%.

Meski pembatasan dianggap positif mencegah penyebaran corona, penurunan tersebut berdampak negatif pada operator dan investor jalan tol. Makanya BPJT berharap pandemi virus corona segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

"Namun kami harapkan tantangan untuk memiliki 2.000 km jalan tol hingga 2024 tetap dapat teralisasi, tentu diharapkan dukungan keuangan dari perbankan," kata Kepala BPJT Danang Parikesit beberapa waktu lalu.

(Baca: Dampak PSBB & Larangan Mudik, Lalu Lintas Jalan Tol Anjlok Hingga 80%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait