Kasus di Jatim Terus Meningkat, Khofifah Bentuk Tim Pemburu OTG Corona

Khofifah menyebut OTG perlu diawasi karena tidak memiliki gejala namun berpotensi menularkan corona
Ameidyo Daud Nasution
7 Juni 2020, 10:33
khofifah, jawa timur, virus corona
ANTARA FOTO/Moch Asim/aww.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/4/2020). Khofifah (6/6) membentuk tim khusus untuk memburu OTG virus corona

Bertambahnya kasus positif virus corona Covid-19 direspons oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dia membentuk tim khusus untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.

Khofifah menjelaskan sasaran Tim Hunter COVID-19 ini adalah orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP). Apalagi menurutnya potensi kemungkinan positif corona dari OTG bisa mencapai 35%.

“Kalau sudah terkonfirmasi, solusinya bisa diobservasi atau diisolasi di rumah sakit,” kata Khofifah dilansir dari Antara, Minggu (7/6).

(Baca: Rekor Tambahan Kasus Covid-19, Daerah-daerah Ini Disorot Gugus Tugas)

Advertisement

Mantan Menteri Sosial itu juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan khususnya terhadap OTG yang terus meningkat. Dari data Gugus Tugas percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, angka OTG meningkat dari 18.647 orang pada 1 Juni menjadi 19.857 orang empat hari kemudian.

“Perhatian kami pada OTG yang meningkat. Mereka tidak memiliki gejala namun berpotensi menularkan,” ujar Khofifah.

Provinsi Jatim sendiri merupakan salah satu wilayah yang beberapa waktu belakangan paling parah dihantam corona. Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan kasus corona di wilayah ini mencapai 286 orang atau terbanyak di Indonesia pada Sabtu (6/6).

Sedangkan dari data Provinsi Jatim yakni infocovid19.jatimprov.go.id, ada 5.835 kasus positif corona di wilayah ini. Dari angka tersebut sebanyak 2.918 orang atau 50% berada di Kota Surabaya.

Guna memutus rantai penularan di Surabaya, maka Badan Intelijen Negara telah memperpanjang tes massal Covid-19 hingga sepekan ke depan. Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan masih ada warga di 34 klaster pemukiman yang perlu dilakukan tes.

“Lokasinya bakal diutamakan di wilayah pemukiman yang dinilai ada pandemi,” kata Irvan.

Bagi warga yang hasil tesnya reaktif, maka Dinas Kesehatan Surabaya akan melakukan pelacakan dan meminta warga isolasi mandiri. Namun jika tempat tinggalnya tak layak, Pemot telah menyediakan hotel bagi warga yang akan mengarantinakan diri.

“Isolasi juga diawasi warga dengan terbentuknya Kampung Wani Jogo Suroboyo,” ujar Irvan.

(Baca: Jokowi Sebut Penyebaran Corona di Tiga Provinsi Masih Tinggi)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait