Survei: Imbas Corona, Mayoritas Warga Anggap Ekonomi RI Saat Ini Buruk

Sebanyak 86,1% responden mengatakan pendapatan rumah tangganya turun akibat dampak pandemi virus corona
Image title
7 Juni 2020, 20:36
survei, virus corona, ekonomi
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
Suasana pusat perbelanjaan di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/6/2020). Survei Indiaktor Politik Indonesia menyebut 81% responden mengatakan ekonomi RI dalam kondisi buruk.

Lembaga survei yakni Indikator Politik Indonesia hari Minggu (7/6) merilis hasil sigi persepsi publik penanganan Covid-19. Dari hasil penelitian mereka, mayoritas responden mengatakan kondisi ekonomi RI saat ini buruk.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih acak dengan metode simple random sampling serta dilakukan pada 16-18 Mei 2020.

Sebanyak 57,6% responden mengatakan situasi ekonomi RI saat ini buruk. Sedangkan 23,4% menyatakan kondisi perekonomian saat ini sangat buruk. Adapun 1,2% menyampaikan bahwa kondisi sekarang sangat baik, 5,5% mengaku situasi saat ini baik, dan 8,9% menjawab sedang saja. Sedangkan 3,4% mengatakan tidak tahu atau tidak jawab.

“Persepsi terhadap kondisi ekonomi nasional itu adalah yang terburuk sejak tahun 2004,” bunyi penjelasan tertulis Indikator Politik Indonesia, Minggu (7/8).

Advertisement

(Baca: Positif Corona RI 31.186 Kasus, Lebih dari 10 Ribu Pasien Telah Sembuh)

Tak hanya itu, 86,1% responden mengaku pendapatan rumah tangganya turun akibat pandemi virus corona  Covid-19. Sedangkan hanya 13% yang mengatakan penghasilannya tetap atau lebih baik dari tahun lalu.

“Dalam tiga bulan terakhir, jawaban menurun mengalami tren peningkatan yang tajam," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi.

Kondisi ini diperburuk dengan hasil survei yang menyebutkan sebagian besar responden menilai bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran. Secara demografi kelompok masyarakat yang mengatakan bansos tidak tepat sasaran datang dari penduduk yang tinggal di kota sebanyak 61,7% dan warga desa sebanyak 59%.

"Mayoritas menilai bantuan sosial yang diberikan untuk warga kurang mampu kurang atau tidak tepat sasaran sama sekali yaitu sebanyak 60,3%," kata Burhanuddin.

(Baca: Anggaran Penanganan Covid-19 Bertambah jadi Rp 677 T, Ini Perinciannya)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait