Melonjak Sejuta Dalam Sepekan, Angka Corona Dunia Tembus 8 Juta Kasus

Jumlah kasus terbanyak berada di Amerika Serikat, Brazil, dan Rusia
Ameidyo Daud Nasution
15 Juni 2020, 20:04
virus corona, covid-19, internasional
ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi/WSJ/cf
Proses pemakaman jenazah meninggal akibat virus korona (COVID-19) di New Delhi, India, Kamis (4/6/2020). Jumlah aksus corona dunia per hari Senin (15/6) menembus 8 juta orang.

Jumlah kasus virus corona Covid-19 di dunia terus bertambah hingga menembus angka 8 juta orang pada Senin (18/6). Dari laman Worldometers, hingga 18.30 WIB, angka pasien positif corona dunia berada di angka 8.018.838 orang.

Penambahan satu juta orang ini terjadi hanya dalam waktu sepekan. Amerika Serikat masih menjadi penyumbang kasus terbesar dengan angka 2.162.406 orang. Di bawahnya ada Brazil yakni 867.882 kasus Covid-19.

(Baca: Kasus Corona Dunia Tembus 7 Juta Orang, 400 Ribu Pasien Meninggal )

Di bawahnya ada Rusia dengan angka infeksi 537.210 kasus. Sedangkan India berada di posisi keempat yakni 333.380 kasus pasien. Inggris yang memiliki angka positif 295.889 ada di posisi kelima.

Advertisement

Meski menyumbang porsi lebih dari seperempat dari total kasus, namun penambahan angka positif corona di AS terus menurun. Walaupun demikian, Pemerintah AS belum mau terburu-buru menyatakan kegiatan akan kembali dengan normal.

“Melihat apa yang terjadi dengan tingkat infeksi, mungkin lebih bisa diukur dalam hitungan bulan daripada minggu," kata Kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci dikutip dari CNN, Senin (15/6).

(Baca: Peneliti AS Temukan Kain yang Bisa Melemahkan Virus Corona)

Beberapa negara di Eropa telah menunjukkan kurva penularan corona yang semakin menurun. Namun di belahan lain bumi, terlihat lonjakan kasus yang signifikan.

Salah satunya India yang hingga Minggu (14/6) masih menunjukkan kenaikan 11.157 kasus baru. Bahkan tanggal 10 Juni lalu, lonjakan positif corona di negara ini memecahkan rekor 12.375 tambahan pasien.

Negeri Bollywood hingga saat ini masih memberlakukan lockdown di beberapa wilayah terdampak sampai akhir Juni. Sedangkan Konsil Riset Kedokteran India (IMRC) memprediksi puncak pandemi di negara tersebut bisa saja baru terjadi bulan November mendatang.

“Penguncian akan menunda munculnya puncak dan memberi waktu yang dibutuhkan bagi sistem kesehatan untuk memperkuat respons,” demikian bunyi studi IMRC dikutip dari Huffpost, Senin (15/6).

(Baca: Video: Data Terbaru Kasus Corona di Indonesia per 15 Juni 2020)

Sedangkan di Asia Tenggara, Singapura masih menjadi negara dengan kasus terbanyak Covid-19 yakni 40.818. Indonesia membuntuti di peringkat kedua dengan angka positif 39.294 orang. Di bawahnya ada Filipina yang melaporkan angka infeksi corona sebanyak 26.420 kasus.

Adapun total angka kematian akibat Covid-19 mencapai 436.138 kasus. Jumlah pasien meninggal terbanyak berada di AS yakni 117.859 orang. Di bawahnya ada Brazil dengan 43.489 kematian dan Inggris sebanyak 41.698 pasien wafat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait