Positif Corona RI Naik 1.031 Kasus, Terbanyak dari Jatim & Jakarta

Jumlah kasus positif corona RI mencapai 41.431 orang
Ameidyo Daud Nasution
17 Juni 2020, 16:14
virus corona, jawa timur, jakarta
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
Tes swab di sebuah perumahan Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2020). Jumlah kasus corona RI hinga Rabu (17/6) kembali bertambah jadi 41.431 orang.

Angka positif virus corona di Indonesia hingga hari Rabu (17/6) bertambah 1.031 sehingga total 41.431 orang terinfeksi penyakit ini. Dua daerah dengan peningkatan jumlah kasus terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur yakni 225 orang dan DKI Jakarta yaitu 127 orang.

Juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto mengatakan tambahan ini berasal dari pemeriksaan 19.757 spesimen yang dilaporkan. Sedangkan total pengujian yang dilakukan hingga hari ini mencapai 559.872 spesimen.

“Komunikasi dari Dinas Kesehatan terkait tingginya kasus diperoleh dari penelusuran kontak dekat kasus positif,” kata Yurianto saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (17/6).

(Baca: Membengkak Jadi Rp 695 T, Berikut Rincian Anggaran Penanganan Covid-19)

Advertisement

Jumlah pasien yang sembuh kembali meningkat 540 sehingga total 16.243 orang telah pulih dari corona. Sedangkan angka kematian akibat corona yang dilaporkan hari ini juga bertambah 45 menjadi 2.276 orang.

Selain itu pemerintah juga mencatat masih ada 42.714 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.279 pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona. Secara total, covid-19 telah menyebar di 432 kabupaten dan kotamadya di seluruh RI.

Yurianto kembali meminta masyarakat agar segera menerapkan pola adaptasi baru dalam hidup di tengah pandemi. Apalagi penelusuran besar-besaran terhadap kasus positif belum bisa dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah.

“Hindari kerumunan, pakai masker dan rajin cuci tangan agar bisa memutuskan rantai penularan,” kata dia.

(Baca: Anies Belum Lihat Tanda-tanda PSBB Jakarta Perlu Diperketat Lagi)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait