Jokowi: Gas dan Rem Atasi Masalah Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang

Jokowi mengatakan krisis ekonomi saat ini lebih berat dari Depresi Besar tahun 1930
Dimas Jarot Bayu
25 Juni 2020, 14:06
jokowi, virus corona, kesehatan, ekonomi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/aww.
Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Jokowi dalam kunjungan di Surabaya, jawa Timur, Rabu (25/6) mengatakan dampak corona di kesehatan dan ekonomi harus ditangani seimbang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar persoalan kesehatan dan ekonomi saat pandemi virus corona diatasi secara beriringan dan seimbang. Presiden mengatakan pemerintah tak boleh fokus mengurus masalah kesehatan semata karena krisis ekonomi dampak Covid-19 benar-benar terjadi di seluruh dunia.

Sebaliknya, Jokowi menilai pemerintah tak bisa fokus mengurus masalah ekonomi semata karena jumlah kasus corona di Indonesia bisa semakin meningkat ke depannya. “Rem dan gas harus betul-betul seimbang,” kata Jokowi dalam siaran langsung saat berbicara di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur dan Kamis (25/6).

(Baca: Kasus Corona Tertinggi Kedua di RI, Jokowi Kunjungan Kerja ke Jatim)

Dia lantas menyampaikan prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada tahun ini sebesar -8%. Sedangkan ekonomi Jepang diperkirakan tumbuh minus 5,8%.

Sementara itu, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris terjun menjadi -10,2% pada 2020. Pertumbuhan ekonomi minus 12,5% dan -12,8% juga diperkirakan terjadi di Perancis dan Italia tahun ini. "Betul-betul dunia berada pada posisi krisis ekonomi yang tidak mudah, lebih berat dari Depresi Besar pada 1930," kata Jokowi.

Sedangkan jumlah kasus positif corona di Tanah Air saat ini sudah sebanyak 49.009 orang. Dari jumlah tersebut, 2.573 orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat corona. Makanya Jokowi beranggapan kedua hal sama pentingnya untuk diatasi pemerintah.

"Tidak bisa gas di urusan ekonomi, tapi kesehatannya menjadi terabaikan. Tidak bisa konsentrasi penuh di urusan kesehatan, tapi ekonominya menjadi sangat terganggu," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta masyarakat memiliki perasaan yang sama bahwa Indonesia sedang dilanda krisis kesehatan dan ekonomi. Dia berharap tidak ada warga yang memiliki perasaan bahwa kondisi saat ini normal.

“Ini berbahaya sekali. Ini tidak hanya dialami oleh negara kita Indonesia, tapi 215 negara lain mengalami hal yang sama,” kata dia.

Atas dasar itu, Jokowi meminta masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Apalagi, Jokowi mendapatkan laporan bahwa 70% masyarakat di Surabaya masih belum mengenakan penutup wajah ketika berkegiatan.

Kepala Negara juga mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan setelah berkegiatan di luar rumah. Selain itu, dia meminta orang-orang tidak berkerumun dalam aktivitasnya. “Ini yang harus terus kami ingatkan,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

Advertisement

(Baca: IMF Pangkas Besar-besaran Ramalan Ekonomi RI Jadi Kontraksi 0,3%)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait