Bertambah 1.178 Orang, Positif Corona di RI Tembus 50 Ribu Kasus

Jawa Timur dan DKI Jakarta masih menyumbang kenaikan kasus baru terbanyak
Ameidyo Daud Nasution
25 Juni 2020, 16:12
virus corona, covid-19, update corona
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Tes ke pedagang di Pasar Thomas, Jakarta, Rabu (17/6/2020). Hingga Kamis (25/6) jumlah kasus virus corona di RI mencapai 50.187 orang.

Jumlah kasus baru virus corona yang dilaporkan oleh pemerintah bertambah 1.178 orang pada Kamis (25/6). Dengan ini total angka positif Covid-19 di Indonesia mencapai 50.187 orang.

Kenaikan jumlah kasus tersebut didapatkan dari pemeriksaan 19.510 spesimen hari ini. Provinsi Jawa Timur menyumbang tambahan pasien terbanyak yakni 247 orang. Di bawahnya ada DKI Jakarta dengan peningkatan 196 positif corona.

“Sebagian besar kontak erat karena tanpa perlindungan masker serta tidak menjaga jarak,” kata juru bicara nasional penanganan  corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (25/6).

(Baca: Jokowi Minta Masyarakat Sadar RI Tengah Hadapi Krisis Kesehatan)

Advertisement

Sedangkan jumlah pasien sembuh bertambah 791 orang sehingga 20.449 orang dinyatakan pulih dari penyakit ini. Adapun angka kematian akibat corona juga meningkat 47 menjadi 2.620 orang.

Selain itu pemerintah melaporkan adanya 37.294 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.323 pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih diawasi. “Total 446 kabupaten dan kotamadya telah terdampak,” kata Yurianto.

Dia menjelaskan adanya masyarakat yang tak menjaga jarak dan mengenakan masker menjadi faktor utama penularan corona masih terjadi. Makanya warga diminta untuk tertib melaksanakan protokol baru kehidupan yang lebih sehat.

“Keluarga adalah basis perilaku baru dan kekuatan utama adaptasi kebiasaan ini,” katanya.

(Baca: Jokowi Beri Tenggat Jawa Timur selama 2 Pekan Turunkan Kasus Corona)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait