Mahfud Minta Polri Terbuka terhadap Kritik Demi Perbaiki Kinerja

Mahfud meminta agar kritik yang disampaikan masyarakat bersifat konstruktif dan tak merusak keberadaan Polri.
Dimas Jarot Bayu
1 Juli 2020, 18:51
mahfud, polisi, kritik
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (28/2/2020). Mahfud meminta Polri terbuka terhadap kritik masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menilai Kepolisian RI (Polri) tak boleh menutup diri dari berbagai kritik yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, Polri harus mendengar seluruh komentar yang ada terkait kinerja mereka saat ini.

Atas dasar itu, Mahfud meminta masyarakat juga tak segan memberi kritik dan masukan kepada Korps Bhayangkara Polri. Hal ini penting untuk mewujudkan perbaikan di internal lembaga penegak hukum tersebut.

"Polri harus terus-menerus terbuka terhadap kritik," ujar Mahfud saat memperingati Hari Bhayangkara ke-74 di kantornya seperti tertulis dalam keterangan Kemenko Polhukam, Rabu (1/7).

(Baca: Jokowi Ingatkan Polri Terus Benahi Diri Meski Sedang Tangani Corona)

Hanya saja, Mahfud meminta agar kritik yang disampaikan masyarakat kepada Polri bersifat konstruktif dan tak merusak keberadaan penegak hukum. Dia juga berharap kepolisian juga tetap berkomitmen terhadap tugas-tugasnya. "Polri harus pada komitmen sebagai abdi negara dan abdi bangsa yang siap menjaga NKRI,” kata Mahfud.

Lebih lanjut, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai keberadaan Polri sebagai alat negara memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting. Tanpa adanya polisi selama setengah jam, Mahfud meyakini negara bisa bubar. "Maka orang bisa bertindak brutal, kriminal berat, dan tindakan teror lainnya," kata Mahfud. 

Mahfud membuat acara tumpengan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-74 di kantornya pada hari ini. Dalam acara tersebut, Mahfud memotong tumpeng yang dikirim kepada Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis. 

Dia juga memberikan tumpeng kepada staf ahli Kemenko Polhukam, Irjen Pol Widiyanto Poesoko. Selain itu, tumpeng tersebut diberikan kepada dua bintara Polri yang bertugas di Kemenko Polhukam, yakni Brigadir Iman Nurjaman dan Bripda Agustina Pawestru.

Sebelumnya Mahfud pernah menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar aparat tidak terlalu agresif dalam menindak orang. Selain itu Jokowi juga meminta acara seperti seminar tak dilarang.

(Baca: Konflik Lahan hingga Penyiksaan, YLBHI Sorot Enam Masalah Utama Polri)

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait