Terus Meningkat, Jumlah Pengunjung Ragunan Capai Batas Maksimum

Kunjungan warga ke Kebun Binatang Ragunan telah mencapai kapasitas maksimum yang ditetapkan yaitu 1.000 orang. Pengelola
Image title
Oleh Rizky Alika
6 Juli 2020, 21:59
ragunan, jakarta, virus corona, new normal
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Pengunjung memotret satwa saat berkunjung di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Jumlah wisatawan ke KB Ragunan meningkat sejak awal dibuka kembali awal Juni 2020.

Beberapa lokasi pariwisata di DKI Jakarta mulai dipadati pengunjung usai penerapan tatanan kenormalan baru (new normal) 20 Juni lalu. Salah satunya adalah jumlah kunjungan di Taman Margasatwa Ragunan yang terus meningkat usai ditutup sementara.

Kepala Satuan Pelaksana Promosi kebun binatang Ragunan, Ketut Widarsana mengatakan, tingkat okupansi pengunjung pada hari kerja masih di bawah 50% atau di bawah 500 pengunjung. Namun untuk kunjungan di hari Minggu telah mencapai kapasitas maksimum yang ditetapkan saat normal baru yaitu 1.000 orang.

"Pada hari minggu pertama (dibuka), jumlah pengunjung sekitar 800 pengunjung. Namun dua minggu terakhir, jumlah pengunjung pada Minggu mencapai 1.000 pengunjung," kata Ketut saat dihubungi Katadata.co.id, Senin (6/7).

(Baca: Cegah Corona, Pemerintah Terapkan Protokol Kesehatan di Wisata Alam)

Selain pembatasan jumlah, anak berusia 0-9 tahun, ibu hamil, lanjut usia, dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, jantung, TBC, gagal ginjal dan/atau penyakit komplikasi lainnya, dilarang berkunjung.

Untuk mengurangi risiko penularan virus, pengunjung dengan suhu badan 37,5 derajat celsius tidak diizinkan masuk kawasan taman margasatwa. Penggunaan masker, hand sanitizer dan jaga jarak untuk pengelola dan pengunjung juga diwajibkan setiap saat.

Selain Ragunan, wisatawan di Jakarta juga mengunjungi destinasi lainnya, seperti Kepulauan Seribu dan Taman Impian Jaya Ancol. Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu, Puji Astuti mengatakan total kunjungan wisata di wilayahnya selama 13-30 Juni 2020 mencapai 9.560 orang.

Sementara, jumlah wisatawan pada 4-5 Juli lalu mencapai 2.714 orang. "Selain Sabtu dan Minggu, wisatawan juga ada yang datang pada hari kerja," kata dia.

Jumlah wisatawan yang tercatat tersebut untuk keberangkatan dari Dermaga Kali Adem, Marina, Tanjung Pasir, dan Rawa Saban. Puji juga menjelaskan perjalanan wisata di Kepulauan Seribu telah mengikuti protokol covid-19.

Selain itu, jumlah pengunjung dipastikan tidak akan membludak lantaran pembatasan kapasitas rumah inap menjadi 50%. "Karena lebih banyak wisatawan yang tidak menginap atau pulang-pergi," ujar dia.

Sedangkan Department Head Corporate Communications PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari mengatakan jumlah pengunjung Ancol pada 20 Juni hingga 30 Juli 2020 mencapai 50.652 orang. "Dengan sebaran pengunjung paling banyak dikunjungi ialah pantai dan Dufan," ujar dia.

Pengelola juga menerapkan batas maksimum 30% dari total kapasitas pengunjung. Sebagai contoh, pengunjung wahana wisata Dufan hanya dibuka maksimal untuk 5 ribu pengunjung dari kapasitas 15 ribu orang.

Selain itu, pengunjung diharuskan membawa masker, melakukan pengecekan suhu tubuh, dan jaga jarak fisik (physical distancing) di tiap area.

(Baca: Dampak Corona, Kunjungan Turis Asing ke RI pada Mei 2020 Anjlok 86% )

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait