Angka Corona RI Meningkat 1.268 Kasus, 71% Berasal dari Lima Provinsi

Rasio angka kematian pasien Covid-19 di RI masih di atas rata-rata dunia
Ameidyo Daud Nasution
7 Juli 2020, 16:09
virus corona, jawa timur, covid-19
ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc.
Acara pelepasan Orang tanpa Gejala (OTG) corona di gedung Mal Pelayanan Publik Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/7/2020).Jumlah kasus Covid-19 hari Selasa(7/7) bertambah 1.268 orang.

Pemerintah melaporkan adanya tambahan kasus baru virus corona sebanyak 1.268 orang pada rilis data Selasa (7/7). Dengan ini maka total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 66.226 orang.

Peningkatan jumlah pasien baru hari ini didapatan dari penambahan 17.816 uji spesimen yang dilaporkan hari ini. Total sudah ada 946.054 sampel Covid-19 yang telah diperiksa jejaring laboratorium pemerintah dan swasta.

Tambahan kasus terbanyak disumbang oleh Provinsi Jawa Timur yakni 280 kasus baru. Berikutnya ada Sulawesi Selatan yakni 218 kasus dan DKI Jakarta dengan 190 pasien baru corona hari ini.

“Jawa Tengah ada 140 kasus. Lalu Jawa Barat sebanyak 79 kasus,” kata juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (7/7). Adapun total kasus di lima wilayah tersebut mencapai 907 orang atau 71,5% dari total tambahan nasional.

Advertisement

(Baca: Rasio Kematian Pasien Corona RI Lebih Tinggi dari Rata-Rata Dunia)

Dia mengatakan angka pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah 866 menjadi 30.785 orang. Sedangkan jumlah korban virus corona juga meningkat 68 sehingga 3.308 orang meninggal dunia usai terinfeksi penyakit ini.

“Angka kematian akibat Covid-19 4,99%, relatif lebih tinggi dari global yakni 4,64%,” kata Yurianto.

Ia menjelaskan pemerintah masih memantau 38.702 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.471 pasien dalam pengawasn (PDP). “456 kabupaten dan kota sudah terdampak,” katanya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan itu juga mengatakan pemerintah akan fokus menangani beberapa provinsi dengan angka positif corona meningkat. Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan displin melaksanakan protokol kesehatan ketat.

“Kalau dilaksanakan bersama secara disiplin maka beban layanan rumah sakit akan menurun,” ujar Yurianto.

(Baca: Data Pasien Covid-19 Bocor Dianggap Tanggung Jawab Kemenkes)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait