Kasus Positif Corona di Jakarta Pecahkan Rekor Tambahan 357 Orang

Namun angka tambahan kasus baru di DKI Jakarta hari ini masih di bawah Jawa Timur
Ameidyo Daud Nasution
8 Juli 2020, 17:35
jakarta, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Penyemprotan cairan disinfektan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Jumlah kasus baru corona di DKI mencetak rekor baru pada rilis data Rabu (8/7).

Rekor kasus baru virus corona yang dilaporkan pemerintah pada hari Rabu (8/7) tak hanya terjadi di tingkat nasional. Tambahan pasien  Covid-19 DKI Jakarta sebanyak 357 orang juga menjadi yang tertinggi di Ibu Kota.

Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dengan tambahan ini maka total kasus corona di Jakarta menjadi 13.211 orang. Tak hanya data pusat, dari laman corona.jakarta.go.id, kenaikan kasus Covid-19 di DKI mencapai 344 dan memecahkan rekor harian.

“Jakarta ada 357 kasus dan tambahan 147 sembuh,” kata juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (8/7).

(Baca: Pecahkan Rekor, Positif Corona di RI Melonjak 1.853 Kasus)

Advertisement

Namun tambahan kasus ini masih di bawah Jawa Timur yang mencatatkan 366 kasus baru atau terbanyak dalam rilis hari ini. Secara akumulatif, angka positif di Jatim mencapai 14.967 atau terbesar di Indonesia.

Di bawah Jakarta ada Jawa Tengah dengan tambahan kasus 205 orang. Di posisi keempat ada Sulawesi Selatan yang melaporkan kenaikan angka positif 166 orang. Sedangkan di peringkat lima adalah Sumatera Utara yang memiliki 156 pasien baru.

“Sebanyak 456 kabupaten dan kotamadya sudah terdampak (corona),” kata Yurianto.

Sedangkan jumlah kasus baru virus corona di Indonesia kembali memecahkan rekor tambahan pada rilis data Rabu (8/7). Ada kenaikan angka 1.853 pasien sehingga total 68.079 orang positif terinfeksi Covid-19.

Jumlah ini didapatkan dari hasil tambahan uji 22.183 spesimen baru yang dilaporkan hari ini. Total seluruh jejaring laboratorium di Indonesia telah memeriksa 968.237 sampel.

Yurianto mengatakan sebagian besar besar kasus ini adalah orang dengan gejala minimal. Oleh sebab itu pemerintah hanya melakukan isolasi mandiri kepada mereka. “Agar patuh pada pedoman pelaksanaan isolasi di rumah dan tidak jadi sumber penularan,” katanya.

(Baca: Rasio Kematian Pasien Corona RI Lebih Tinggi dari Rata-Rata Dunia)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait