Beri Modal UMKM, Jokowi: Jangan Patah Semangat karena Corona

Jokowi akan berkeliling Indonesia dan akan membagikan modal kerja kepada 12 juta usaha kecil.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
13 Juli 2020, 19:43
umkm, jokowi, virus corona
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/pras.
Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan pengarahan saat penyerahan bantuan modal kerja Rp 2,4 juta ke UMKM di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan modal kerja darurat sebesar Rp 144 juta kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ada 60 pelaku usaha kecil yang menerima bantuan tersebut dengan besaran masing-masing Rp 2,4 juta.

Pemberian bantuan tersebut dibagi dalam dua kelompok, yakni masing-masing 30 orang dan dilaksanakan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7). Seluruh pelaku UMKM yang hadir menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak.

Jokowi menjelaskan modal kerja diberikan karena omzet UMKM merosot dampak pandemi. Presiden juga meminta pelaku usaha UMKM tak patah arang. “Tidak usah turun semangatnya karena kondisi ini memang harus kita hadapi,” kata Jokowi.

(Baca: DJP: Pelaku UMKM Online Dapat Manfaatkan Insentif Pajak Covid-19)

Presiden mengatakan rata-rata penurunan omzet para pelaku UMKM bisa mencapai 50%. Dia berharap penghasilan para pengusaha kecil ini bisa lebih baik ke depannya. “Syukur (kalau omzet pelaku UMKM) lebih baik dari normal yang lalu,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan kepada pelaku UMKM bahwa saat ini merupakan masa yang berat di dunia. Bahkan, ada 215 negara di dunia yang juga terimbas oleh penularan virus mematikan tersebut. “Kesehatan kena, ekonomi juga kena,” kata Jokowi.

Presiden lantas mengatakan bahwa dirinya akan memberikan modal kerja kepada jutaan UMKM di Indonesia. Dilansir dari Antara, Jokowi akan berkeliling RI dan menyerahkan bantuan serupa kepada 12 juta usaha kecil.

Sedangkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan separuh UMKM di RI terganggu usahanya karena Covid-19. Mereka mengalami penurunan penjualan hingga kesulitan membayarkan kredit modal kepada lembaga keuangan. 

Teten juga mengatakan meski berbagai stimulus dan kebijakan dikeluarkan, namun pemulihan masih sulit dilakukan jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlaku. "Saya kira akan sulit, kalau kita tidak bisa mengakhiri (dampak) Covid-19 ini sampai bulan September," katanya beberapa hari lalu.

(Baca: Menkop Teten Sebut 50% UMKM Terganggu Usahanya karena Corona)

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait