FKM UI: Reproduksi Corona di Jakarta Meningkat Selama Pelonggaran PSBB

Epidemiolog UI juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak melonggarkan lagi PSBB transisi.
Image title
Oleh
16 Juli 2020, 19:46
virus corona, UI, jakarta
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Sosialisasi protokol kesehatan di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Epidemiolog UI Iwan Ariawan menyebut angka reproduksi corona di Jakarta meningkat selama PSBB transisi.

 Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ternyata berdampak pada peningkatan penyebaran virus corona di Provinsi DKI Jakarta. Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Iwan Ariawan mengatakan angka reproduksi Covid-19 (Rt) ternyata bertambah jadi 1,15 pada Minggu (12/7).

Angka tersebut meningkat dari 1,1 sepekan sebelumnya dan 1,0 pada dua minggu lalu. Padahal saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memulai PSBB transisi, angka reproduksi sempat berada di angka 0,98.

“Trennya naik meski tidak cepat dan banyak,” kata Iwan kepada Katadata.co.id, Kamis (16/7).

(Baca: Sosiolog Sebut Jakarta Berpotensi Besar Hadapi Gelombang Kedua Corona)

Advertisement

Iwan menjelaskan kondisi ini terjadi lantaran banyak masyarakat menganggap risiko terkena Covid-19 sangat rendah.  Hal tersebut membuat warga abai dan tidak patuh lagi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.

Dia lalu merujuk pada studi yang dilakukan Nanyang Technological University (NTU) Singapura bahwa persepsi masyarakat DKI terhadap penularan corona tergolong rendah.

Dalam survei tersebut, Jakarta hanya memiliki skor 3.46 dalam indeks persepsi risiko yang dikeluarkan NTU. Sedangkan skala persepsi yang diukur tertinggi mencapai angka 5. “Kalau anggap risiko kecil, tidak patuh,” kata Iwan.

Oleh sebab itu Iwan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak melonggarkan lebih jauh PSBB. Dia juga mendesak adanya penegakkan protokol kesehatan yang lebih ketat lagi dari saat ini.

Hal ini menurutnya lebih mungkin dilakukan ketimbang kembali menerapkan PSBB secara penuh yang berisiko bagi ekonomi. “Kalau mau seperti sekarang harus trade off di protokol kesehatan,” katanya.

(Baca: Survei: Sebagian Warga Jakarta Percaya Virus Corona Buatan Manusia)

Sedangkan dari laman penyedia analisis data yakni The Bonza, tingkat reproduksi covid-19 di Ibu Kota hingga 13 Juli lalu mencapai 1,29. Angka ini menurun dari tiga hari sebelumnya yang berada di level 1,37 atau tertinggi sejak April lalu.

Meningkatnya angka reproduksi ini berbanding lurus dengan bertambahnya pasien corona di Jakarta. Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kenaikan kasus baru penyakit pernapasan tersebut di DKI terus bertambah dari 94 orang pada 4 Juni menjadi 312 orang hari ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait