Persentase Kematian Pasien Corona RI Lebih Tinggi dari Rata-rata Dunia

Persentase kematian pasien corona RI turun 4,48% sejak Maret 2020
Dimas Jarot Bayu
22 Juli 2020, 15:17
virus corona, covid-19, satgas Covid-19
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Petugas menurunkan peti jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Hingga 19 Juli,rasio kematian pasien corona RI masih di atas rata-rata dunia.

Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan persentase angka kematian akibat virus corona di Indonesia semakin menurun sejak Maret lalu. Meski demikian, rasio pasien Covid-19 RI yang meninggal masih lebih tinggi dari rata-rata dunia.

Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan hingga 19 Juli 2020 rata-rata kematian pasien corona di RI mencapai 4,86%. Sedangkan angka rata-rata dunia tercatat sebesar 4,2%.

“Kita masih punya PR bagaimana terus menurunkan angka kematian akibat Covid-19 yang ada di Indonesia,” kata Dewi di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (22/7).

 

Advertisement

Dewi menyampaikan jika dibandingkan empat bulan lalu, maka penurunan rasio kematian akibat corona mencapai 4,48%. Persentase pasien meninggal pada Maret 2020 mencapai puncaknya yakni 9,34%.

Angka ini lalu menurun jadi 8.64% pada April dan 6,68% di Mei. Sedangkan pada Juni rasio tersebut kembali dapat diturunkan hingga 5,6%. “Kami melihat ada progres di sini, angka kematian kami tekan,” kata Dewi.

Di sisi lain, persentase kesembuhan pasien corona sudah meningkat dari Maret 2020 yang hanya mencapai 8,33%. Pada April 2020, angka pasien pulih naik menjadi 9,79%. “Di bulan Mei naik jadi 27%,” ujarnya.

Persentase pasien pulih dari corona pada Juni 2020 kembali meningkat menjadi 37%. Hingga 19 Juli 2020, angka kesembuhan dari Covid-19 rata-rata mencapai 47,3%.

Walau demikian, Dewi tak membandingkan tingkat kesembuhan pasien corona di Indonesia dengan yang ada di dunia. Alasannya karena ia belum menemukan data yang valid sebagai perbandingan. “Karena masing-masing pun berbeda dari angka positifnya. Saya belum bisa keluarkan sekarang,” kata dia.

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait