Pemerintah Minta Jabar hingga Jatim Tiru Jakarta Pacu Tes Corona

Hingga 27 Juli DKI telah memeriksa 426.004 spesimen atau setara 40.019 per satu juta penduduk.
Ameidyo Daud Nasution
28 Juli 2020, 18:05
jakarta, tes corona, virus corona
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Petugas Puskesmas melakukan tes usap (swab test) ke pedagang di Pasar Thomas, Jakarta, Rabu (17/6/2020). Satgas Covid-19 meminta empat provinsi pacu tes corona mengikuti DKI Jakarta.

Pemerintah meminta empat Provinsi yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Barat bisa memacu angka pemeriksaan virus corona. Ini karena kapasitas tes Covid-19 di keempat daerah itu masih belum memiliki rasio tes setara DKI Jakarta

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan hanya Jakarta yang kapasitas pemeriksaannya sudah melampaui standar organisasi kesehatan dunia (WHO). Dari data Kementerian Kesehatan, hingga 27 Juli DKI telah memeriksa 426.004 spesimen atau setara 40.019 per satu juta penduduk.

 

Sedangkan Jawa Barat baru memeriksa 122.687 spesimen atau setara 2.457 per satu juta penduduk. Jumlah pemeriksaan spesimen Covid-19 di Jateng juga hanya 93.314 atau 2.671 dari sejuta orang.

Advertisement

Angka pemeriksaan spesimen di Jatim sebesar 125.267 sampel atau setara 3.142 per sejuta penduduk. Sedangkan angka uji Covid-19 di Sulsel sudah mencapai 81.888 alias 9.172 dari satu juta orang.

"Kami harap daerah lain di Indonesia ikuti tren Jakarta yang melakukan tes begitu banyak dan bisa gambarkan kondisinya lebih baik," kata  di Jakarta, Seasa (28/7).

Namun Wiku mengatakan baik Jakarta maupun empat daerah tersebut harus mendapatkan perhatian lantaran menyumbang kasus corona terbanyak di RI. Dia lantas meminta pemerintah daerah di lima wilayah itu bisa menekan laju penularan Covid-19.

Hingga Selasa (28/7) jumlah kasus di Jatim yakni 21.125 orang menjadi yang terbanyak di RI. Di bawahnya ada DKI Jakarta dengan 19.995 kasus dan Sulsel sebanyak 9.123 orang.

 

Berikutnya ada Jawa Tengah yang mencatatkan kasus corona secara kumulatif sebesar 8.807 orang. Sedangkan Jabar berada di peringkat lima dengan jumlah 6.218 kasus.

Adapun, Wiku meminta masyarakat di lima provinsi tersebut untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. "Harapannya dari waktu ke waktu menjadi lebih baik," kata Wiku.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait