Pemerintah Targetkan Tambah 65 Ribu Hektare Kawasan Industri Tahun Ini

Kemenperin melaporkan hingga Juni 2020 ada 118 dari target 156 operator yang mulai mengembangkan kawasan industri.
Image title
29 Juli 2020, 19:48
Kawasan Industri
Arief Kamaluddin | Katadata
Ilustrasi kawasan industri.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan jumlah dan luasan kawasan industri pada tahun ini. Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Warsito mengatakan, pihaknya menargetkan tambahan 65 ribu hektare kawasan pengembangan manufaktur baru tahun ini.

Hingga Juni 2020, sudah ada 118 perusahaan yang siap mengembangkan kawasan industri seluas 51.860 ribu hektare. Dari angka tersebut, sebanyak 38 kawasan dengan luas lahan 14.700 hektare sudah masuk dalam tahap konstruksi.

"Harapan akhir 2020 akan memiliki total 156 perusahaan kawasan industri dengan jumlah lahan yang dikuasai 65 ribu hektare," kata dia dalam Webinar Road to Indonesia Development Forum 2021, Rabu (29/7).

 

Hingga Juni 2020, Kemenperin mencatatkan adanya peningkatan jumlah kawasan industri sebanyak 47,5% ketimbang periode yang sama tahun 2015. Sementara, luasannya juga meningkat 15 ribu hektare atau 43,2% dibandingkan lima tahun lalu.

Namun hingga saat ini sebanyak 71 kawasan industri masih berada di Pulau Jawa. Oleh sebab itu Warsito berharap penyebaran kawasan ini dapat lebih merata ke depannya.

Selain itu pemerintah juga meminta operator kawasan industri mengelola lingkungan dengan baik. Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2020, perusahaan diwajibkan untuk menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) secara rinci.

"Harus ada tanggung jawab mengelola lingkungan dan penyiapan sumber daya manusia," ujar dia.

Pemerintah juga akan memberi pembebasan pajak sebesar 200% bagi kawasan industri yang menyiapkan pusat pendidikan. Selain itu Kemenperin berharap operator bisa menyediakan teknologi pintar di kawasannya.

"Kami harap kawasan industri nanti menjadi tempat para tenant untuk kembangkan rantai pasok domestik dan regional," katanya.

 

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait