Delapan Bandara di RI Berpotensi Jadi Hub Penerbangan Internasional

Jokowi meminta jumlah bandara internasional dikaji lagi. Ada delapan bandara yang berpotensi jadi hub penerbangan internasional.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
6 Agustus 2020, 14:00
bandara, jokowi, bandara soekarno hatta
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/nz
Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Jokowi minta jumlah bandara internasional di RI dihitung ulang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai jumlah bandara internasional yang ada di Indonesia terlalu banyak. Oleh sebab itu dia memerintahkan para Menteri mengkaji lagi jumlah lapangan udara internasional yang layak menjadi pusat operasi dan penghubung penerbangan (hub) internasional.

Presiden menyebut ada delapan bandara yang berpotensi jadi hub maskapai internasional yakni Bandara Soekarno-Hatta di Banten, I Gusti Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatera Utara.

Lalu ada Yogyakarta, Sepinggan Balikpapan, Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Sam Ratulangi di Manado. “Ini sesuai dengan letak geografis dan karakteristik wilayahnya,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas penerbangan dan pariwisata di Istana Merdeka, Kamis (6/8).

 

Menurut Jokowi, penentuan bandara sebagai hub internasional ini penting untuk mentransformasi sektor pariwisata dan penerbangan di dalam negeri. Terlebih, kedua sektor tersebut mengalami kontraksi paling dalam di kuartal II 2020.

Jokowi mengatakan saat ini RI memiliki 30 bandara internasional dan persebarannya tidak merata. Apalagi lalu lintas penumpang internasional masih didominasi Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Juanda, dan Kualanamu. “Apakah diperlukan sebanyak ini. Negara-negara lain saya kira tidak melakukan ini,” 

 

Lebih lanjut, Kepala Negara juga menyoroti pengelolaan ekosistem pariwisata dan penerbangan yang belum terintegrasi. Padahal jika dua hal ini tersambung, maka sektor lainnya juga dapat terakses.

"Tentu saja dengan manajemen destinasi tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan, bahkan sampai kepada manajemen dari produk-produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki," katanya.

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait