Nadiem Buka Sekolah di Zona Kuning untuk Pembelajaran Tatap Muka

Ada siswa yang terancam putus sekolah dan terpaksa bekerja karena tak memiliki kondisi pembejalaran yang optimal di sekolah.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
7 Agustus 2020, 18:01
nadiem makarim, sekolah, zona kuning corona
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Mendikbud Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Nadiem memberikan izin bagi sekolah di zona kuning corona memulai kegiatan belajar tatap muka.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberi lampu hijau untuk memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah yang masuk zona kuning corona. Keputusan ini diambil karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara berkepanjangan berdampak buruk bagi siswa.

Nadiem mengatakan ada siswa yang terancam putus sekolah dan terpaksa bekerja karena tak memiliki kondisi PJJ yang optimal. Ada pula kemungkinan persepsi orang tua berubah mengenai peran sekolah karena proses belajar mengajar yang tidak optimal.

"Sehingga ancaman putus sekolah ini sesuatu yang riil dan bisa berdampak seumur hidup bagi anak-anak kita," kata Nadiem dalam konferensi virtual, Jumat (7/8).

 Selain Nadiem, dalam pengumuman tersebut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Nadiem menilai PJJ menurunkan capaian belajar siswa karena kesenjangan kualitas belajar antara siswa yang memiliki akses teknologi dan yang tidak. Kemudian, ada peningkatan kekerasan pada anak ketika PJJ diterapkan.

"Serta risiko psikososial dengan stres di dalam rumah tidak bisa keluar, tidak bertemu temannya, dan lain-lain," katanya.

Atas dasar itu, pemerintah akhirnya memutuskan untuk membolehkan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah yang masuk zona kuning Covid-19. Nadiem menjelaskan ada 43% peserta didik yang berada di dalam zona hijau dan kuning. 

Mayoritas berasal dari daerah tertinggal dan terluar di Indonesia. "Semua data mengenai zonasi kuning, hijau, dan lainnya itu berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19," ujar mantan bos Gojek tersebut.

Sedangkan Doni mengatakan, total ada 245 kabupaten dan kotamadya yang dikategorikan zona hijau dan kuning corona.Sebanyak 31 daerah yang saat ini masuk zona hijau karena belum terdampak corona.

Sedangkan 51 masuk zona hijau karena sudah tidak ada kasus Covid-19 baru dalam empat pekan terakhir.  Selain itu ada 163 kabupaten/kota yang masuk zona kuning.

"Ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tapi sesuai kebijakan Kemendikbud, polanya hampir sama dengan zona hijau," kata Doni.

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait