Kepatuhan Warga Rendah, PSBB Tangsel Diperpanjang Sampai 23 Agustus

Tingkat kedisiplinan warga Tangsel dalam menerapkan protokol kesehatan baru 83%. PSBB baru dilonggarkan jika kepatuhan capai 90%.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
10 Agustus 2020, 11:47
virus corona, tangerang selatan, psbb
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.
Pemeriksaan kendaraan saat awal masa PSBB Tangerang Selatan di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (18/4/2020). Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany memperpanjang PSBB sampai 23 Agustus.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB hingga 23 Agustus 2020. Alasannya, tingkat kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona masih rendah.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, saat ini tingkat kedisiplinan warga menerapkan protokol kesehatan masih di angka 83%. Sedangkan idealnya pelonggaran PSBB dilakukan ketika tingkat kedisiplinannya mencapai 90%.

"PSBB diperpanjang lantaran potensi penularan virus corona masih tinggi," kaya Airin melalui siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Senin (10/8).

 

Adapun jumlah kasus konfirmasi positif corona berdasarkan laman resmi Pemkot Tangerang Selatan hingga Minggu (9/8) mencapai 633 orang. Sedangkan angka kematian mencapai 42 orang dan  jumlah pasien sembuh mencapai 461 orang.

Airin mengatakan keputusan perpanjangan PSBB telah mendapatkan persetujuan oleh Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim. Kegiatan usaha yang diizinkan beroperasi juga masih dibatasi sektor-sektor yang bergerak di bidang kebutuhan masyarakat seperti pangan.

”Tapi ada kegiatan yang memang sudah bisa dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” katanya. 

Sedangkan Wahidin menjelaskan, perpanjangan PSBB terpaksa kembali harus dilakukan karena di hampir diseluruh kabupaten/kota angka penyebaran virus masih meningkat, sehingga butuh pengawasan ketat.

Selama ini Pemprov Banten juga telah melaskanakan teknis PSBB sesuai imbauan pemerintah pusat. Beberapa di antaranya adalah persiapan pembukaan pendidikan tatap muka di wilayah zona kuning dan hijau.

"Jangan sampai sekolah dibuka dengan tatap muka, malah terjadi peningkatan angka yang terpapar seperti yang terjadi di Cilegon dan Tegal," ujar Wahidin. 

Sedangkan untuk pemulihan ekonomi, Pemprov Banten memilih padat karya dengan meningkatkan kegiatan pertanian, serta memastikan stok cadangan pangan di wilayah yang aman dari penyebaran virus.

Wahidin juga membuka peluang menerapkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 untuk memberi sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. Ini sebagai upaya menekan lonjakan kasus konfirmasi positif corona di wilayah Tangerang Raya, khususnya Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait