Singapura Umumkan 42 Kasus Baru Corona, Terendah Sejak Akhir Maret

Mayoritas pekerja migran telah menjalani tes Covid-19. Pemerintah Singapura optimis kasus corona di negara tersebut segera menurun.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
12 Agustus 2020, 18:34
singapura, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Edgar Su/hp/cf
Para pekerja mengantri tes swab di Singapura, Selasa (9/6/2020). Jumlah kasus baru corona di Singapura pada Rabu (12/8) bertambah 42 atau terendah sejak Maret 2020.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Singapura melaporkan 42 kasus baru virus corona di negara tersebut pada Rabu (12/8). Kenaikan jumlah pasien ini merupakan yang terendah sejak 29 Maret lalu.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan sebagian besar kasus hari ini adalah warga asing pemegang izin kerja yang saat ini telah dikarantina. Sedangkan satu kasus merupakan transmisi lokal.

“Selain itu ada 11 kasus impor yang semuanya telah diisolasi ketika tiba di Singapura,” bunyi keterangan tertulis Kemenkes Singapura, Rabu (12/8).

 

Ledakan kasus corona di Singapura muncul pada April lalu dan berasal dari klaster pekerja migran. Otoritas setempat pekan lalu menyatakan telah membersihkan infeksi dari asrama yang menampung 300 ribu pekerja.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Menteri Pendidikan Singapura Lawrence Wong akhir pekan lalu memprediksi jumlah kasus corona Negeri Singa akan menurun dalam waktu dekat. Hingga Jumat (7/8) lalu, hanya 9.700 pekerja migran yang belum menjalani tes.

“Setelah itu kami berharap jumlah kasus akan berkurang secara signifikan,” kata Wong dikutip dari South China Morning Post, Rabu (12/8).

Dari laman Worldometers, Singapura telah menggelar 1.610.906 tes corona atau setara 275.107 per sejuta penduduk. Rasio tersebut merupakan yang tertinggi ketiga di Asia, di bawah Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Sedangkan pemeriksaan dilakukan di asrama yang mayoritas dihuni oleh pekerja migran asal Bangladesh, India, serta Tiongkok. Berbeda dengan tempat tinggal warga Singapura pada umumnya, mereka tinggal berdesakan dalam satu kamar dan berpotensi menularkan corona.

Otoritas setempat juga telah mencabut pembatasan pergerakan warga sejak 19 Juni. Namun mereka tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak, mengenakan masker, serta bekerja dari tempat tinggal. 

Jumlah kasus corona di Singapura hingga hari ini mencapai 55.395 orang atau peringkat tiga Asia Tenggara. Filipina berada di posisi puncak dengan 143.749 orang positif. Sedangkan Indonesia yang melaporkan 130.718 kasus ada di bawahnya.

 

Reporter: Antara

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait