Kalbe Farma Targetkan Produksi 10 Juta Dosis Vaksin Corona Tahun Depan

Kalbe berharap bisa menjual vaksin Covid-19 dengan harga tak lebih dari US$10 atau Rp 146.000 per dosis.
Image title
13 Agustus 2020, 20:33
kalbe farma, vaksin corona, virus corona
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Ilustrasi vaksin. Kalbe Farma menargetkan bisa memulai produksi 10 juta dosis vaksin virus corona tahun 2021.

Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk menggandeng perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan Genexine Inc untuk memproduksi vaksin virus corona. Namun mereka menargetkan untuk awalnya hanya memproduksi vaksin corona dengan skala kecil.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan perseroan akan memproduksi vaksin maksimal hingga 10 juta dosis. Jumlah ini masih tergantung dari proses hasil uji klinis.

Kalbe Farma menargetkan pada pertengahan tahun depan vaksin sudah bisa didistribusikan kepada masyarakat. “Bisa mulai kapasitas kecil 2-3 juta sampai 10 juta,” katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (13/8).

 

Advertisement

Dia menjelaskan saat ini kandidat vaksin kolaborasi Kalbe Farma dengan Genexine Inc itu sedang memasuki tahap uji klinis fase satu yang dilakukan di Korea Selatan. Sedangkan fase kedua direncanakan dilaksanakan di Indonesia dan ditargetkan dapat berlangsung pada kuartal IV tahun ini.

“Untuk fase 2, Kalbe sedang koordinasi dengan BPOM, Kementerian kesehatan, Kemenristek, dan berbagai lembaga dalam konsorsium uji klinis,” ujarnya.

Terkait harga, Vidjongtius mengatakan hal tersebut masih sangat bervariasi tergantung dari perubahan kapasitas produksi dan nilai investasi. Namun ia berharap masyarakat tak perlu merogoh kocek dalam untuk mendapatkan vaksin. “Kami berharap harganya tidak melewati US$10 per dosis, tapi semua masih bisa berubah,“ katanya.

Kalbe bukan satu-satunya perusahaan farmasi yang tengah mengembangkan vaksin Covid-19. PT Bio Farma (Persero) bersama perusahaan asal Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd telah memulai uji coba tahap tiga vaksin di Bandung pada Selasa (11/8).

Presiden Joko Widodo juga sempat meninjau fasilitas produksi Bio Farma dan menyaksikan proses pengujian perdana relawan vaksin di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menargetkan Bio Farma bisa memproduksi 250 juta dosis per tahun mulai akhir 2020. Sambil menunggu vaksin siap digunakan, Erick mengajak masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

 

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait