Protokol Kesehatan yang Ketat Tetap Berlaku di Zona Hijau Covid-19

Jumlah zona merah menurun dari 29 menjadi 22 daerah pada pekan ini. Pemerintah minta Pemda tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.
Ameidyo Daud Nasution
25 Agustus 2020, 19:45
zona hijau corona, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.
Relawan yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) menyemprotkan disinfektan di halaman rumah karantina swadaya masyarakat di Kampung Tangguh Banua Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (17/6/2020). Pemerintah menyatakan 64 zona hijau bukan berarti bebas dari penularan corona.

Penetapan suatu wilayah sebagai zona hijau oleh pemerintah bukan berarti daerah tersebut bebas dari risiko penularan virus corona. Oleh sebab itu pemerintah daerah tetap harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Total ada 64 daerah yang dinyatakan sebagai zona hijau pekan ini. Wilayah tersebut terbagi menjadi 44 tanpa kasus baru Covid-19 dan 30 tanpa penularan corona.  

“Protokol tetap harus dijalankan dengan ketat untuk zona yang ada,” kata Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8).

Dari data Satgas, jumlah zona merah corona pekan ini berkurang dari 29 menjadi 22 kotamadya dan kabupaten. Sedangkan jumlah zona oranye atau risiko sedang menjadi yang terbanyak yakni 223 kabupaten dan kotamadya.

Advertisement

Sebanyak 195 merupakan zona kuning atau risiko rendah. “Jumlah daerah risiko sedang dan rendah masih tinggi. Ini perlu perbaikan kinerja,” kata Wiku.

Wiku juga menyoroti jumlah kabupaten dan kotamadya yang tak terdampak corona terus menurun dari 102 pada Mei menjadi 30 lokasi saat ini. Dia meminta pemerintah daerah menjaga betul potensi munculnya Covid-19 di daerahnya masing-masing.

Dia menjelaskan indikator penetapan zonasi ini didasarkan kepada kasus penularan corona, pemantauan wilayah, dan layanan kesehatan.

Penetapan zonasi risiko Covid-19 ini juga menjadi basis pembukaan sekolah di suatu daerah. Pemerintah juga telah membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah yang berada di zona kuning. 

Namun Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko khawatir kebijakan tersebut bisa memunculkan adanya klaster baru di sekolah selama pandemi corona. "(Klaster corona baru di sekolah) akan besar sekali probabilitasnya," kata Tri.

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait