Apkasindo Gandeng ExxonMobil untuk Serap CPO dari Petani Sawit

Exxon dapat mengolah CPO dari petani. Sedangkan sampah cangkang dapat diolah lagi oleh petani.
Image title
28 Agustus 2020, 21:18
sawit, exxonmobil, CPO
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/NZ.
Petani memetik tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pasi Kumbang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Kamis (11/6/2020). Petani sawit gandeng ExxonMobil untuk menyerap CPO.

Berbagai cara dilakukan petani sawit untuk meningkatkan serapan minyak sawit (CPO). Salah satu caranya adalah menggandeng perusahaan migas yakni ExxonMobil untuk menyerap tandan buah segar (TBS) dari petani.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengatakan Exxon akan mengolah TBS serta memilah CPO dan cangkangnya. Pengolahan akan dilakukan di lokasi petani memanen buah.

"ExxonMobil akan bangun jejaring dengan petani kami di seluruh Indonesia untuk mengambil brondolan tandan buah segar (TBS)," kata Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung dalam webinar, Jumat (28/8).

Exxon dalam hal ini berpengalaman memproduksi dan memasarkan olefin, aromatik, polietilen, dan plastik polipropilen dan berbagai produk khusus.  Sementara itu, limbah dari TBS tersebut akan diberikan kepada petani dan dapat diolah kembali.

Advertisement

Gulat mengatakan, brondolan tandan tersebut dipilih lataran memiliki rendemen yang cukup tinggi. Sedangkan kemitraan dilakukan secara dua arah sehingga rantai pasok dapat berkelanjutan.

 Dia berharap dengan langkah ini akan ada peningkatan nilai tambah petani, pemberdayaan masyarakat dan usaha kecil, hingga memperluas tenaga kerja. "Kami apresiasi ExxonMobil," ujar dia.

Meski demikian belum ada penjelasan resmi dari Exxon tentang teknis besaran serapan TBS petani ini. Vice President, Public & Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi N. Alam belum membalas pesan singkat Katadata.co.id tentang berapa volume yang akan diserap.

Sedangkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat volume minyak sawit Indonesia pada semester I 2020 turun 11,7% menjadi sebesar 15,5 juta ton dari periode yang sama tahun lalu.

Namun kondisi bisnis olahan sawit justru menunjukkan perkembangan positif di tengah pandemi. Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) mencatat kenaikan ekspor oleochemical atau produk turunan sawit sekitar 26% ke 1,8 juta ton pada semester I 2020.

Meningkatnya ekspor tersebut turut mengerek utilitas industri menjadi 65-75% dari yang sebelumnya sempat tertekan. "Di antara perusahaan anggota Apolin, ada 11 yang utilitasnya meningkat berkisar 65-75%," kata Ketua Umum Apolin Rapolo Hutabarat, Rabu (12/8).

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait